Jakarta -Pesan keselamatan berkendara kini menemukan pendekatan yang semakin segar dan relevan bagi generasi muda.
Melalui ajang Safety Riding Short Movie Contest (SMC) 2026 yang diinisiasi oleh Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM), ratusan karya kreatif dari pelajar dan mahasiswa sukses menjangkau lebih dari 1,7 juta penonton di berbagai platform media sosial.
Kompetisi tahun ini mengusung tema utama “Stay Alive for the Next Chapter” dengan menghadirkan beragam cerita inspiratif yang mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan di jalan raya.
Tahun ini, antusiasme peserta menunjukkan lonjakan signifikan. Tercatat sebanyak 340 karya dari 985 peserta di seluruh Indonesia ambil bagian, mencatatkan peningkatan keikutsertaan sebesar 72,5% dan kenaikan jumlah karya hingga 69% dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Para peserta ditantang memproduksi film pendek berdurasi maksimal tiga menit yang disebarluaskan melalui kanal Instagram, TikTok, hingga YouTube.
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menyampaikan penyelenggaraan SMC tidak sekadar menjadi ajang unjuk gigi kreativitas audio-visual, melainkan wadah strategis bagi anak muda untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan dalam kampanye keselamatan berkendara.
Menurutnya, perspektif khas Gen Z sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan humanis kepada masyarakat luas.
“Generasi muda memiliki kreativitas dan perspektif yang dapat menjadi kekuatan dalam menyampaikan pesan keselamatan berkendara.
Melalui SMC, kami memberikan ruang dan pengalaman bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat,” ujar Ahmad Muhibbuddin saat memberikan apresiasi langsung kepada para pemenang di Universitas Negeri Jakarta.
Dari ratusan karya yang masuk, dewan juri menyaring hingga terpilih sembilan film pendek terbaik dari kategori pelajar SMA/sederajat, mahasiswa, dan umum.
Pada kategori pelajar, predikat juara pertama diraih oleh film berjudul “Ini Atau Ini?” karya SMK Kristen Immanuel II Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Film ini menyoroti keselamatan berkendara bukan sekadar mematuhi rambu lalu lintas, melainkan akumulasi keputusan sederhana yang menentukan keselamatan perjalanan.
Sementara itu, kategori mahasiswa dimenangkan oleh Iqbal Bahi dari Universitas Siber Asia, DKI Jakarta, lewat karya berjudul “Pulang dengan Selamat”.
Alur cerita yang emosional dan dekat dengan realitas sehari-hari berhasil memikat dewan juri, menggambarkan bahwa berkendara dengan aman adalah bentuk penghargaan terhadap keluarga yang menanti di rumah.
“Bagi saya, kemenangan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti, bukan hanya karena berhasil meraih juara, tetapi karena melalui karya ini saya bisa menyampaikan pesan keselamatan berkendara dengan cara yang dekat dengan kehidupan anak muda,” ungkap Iqbal Bahi.
Puncak rangkaian SMC 2026 yang dihelat di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 9 September 2026 juga dimeriahkan dengan sesi talkshow edukatif.
Diskusi interaktif ini menghadirkan narasumber penting, mulai dari Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin, Dekan FMIPA UNJ Dr. Hadi Nasbey, S.Pd., M.Si., hingga Kasie Pendidikan Masyarakat Subdit Keamanan dan Keselamatan Berkendara Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Sri Indira Purnamawati, S.Sos., M.M., M.Si.
Selain itu, hadir pula praktisi perfilman sekaligus konten kreator Anggun Adi (Goenrock) untuk berbagi kiat pembuatan film pendek yang berdampak sosial tinggi.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam menyebarkan edukasi berlalu lintas, Yayasan AHM mengucurkan total hadiah sebesar Rp50 juta kepada para pemenang kompetisi film pendek maupun Social Media Challenge.
Melalui keberhasilan SMC 2026 ini, Yayasan AHM berharap budaya berkendara yang aman, tertib, dan berkesadaran tinggi dapat terus tumbuh subur di kalangan generasi penerus bangsa.***

