JK Tanggapi Penembakan ASN di Papua: Minta Operasi Tegas Aparat Diimbangi Pendekatan Dialog Damai ala Aceh

JK menyayangkan peristiwa kekerasan yang menewaskan tiga ASN di Papua dan menekankan pentingnya kombinasi antara tindakan tegas aparat serta pendekatan dialogis secara damai.

13 September 2026, 20:43 WIB

Yogyakarta – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), angkat bicara mengenai insiden tragis penembakan yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua Pegunungan.

JK menyayangkan peristiwa kekerasan tersebut dan menekankan pentingnya kombinasi antara tindakan tegas aparat serta pendekatan dialogis secara damai.

“Kita tentu menyayangkan, tentu perlu operasi kelompok itu. Tapi juga harus ada pendekatan kepada masyarakat untuk adanya suatu pengertian politis dengan baik agar masyarakat mengerti pembangunan Papua itu dibangun secara bersama-sama,” ujar JK saat ditemui awak media di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).

JK mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah mengucurkan alokasi anggaran yang sangat besar guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di bumi Cenderawasih. Berdasarkan perbandingannya, ia meyakini tingkat kemajuan pembangunan di Papua saat ini jauh lebih baik jika disandingkan dengan negara tetangga, Papua Nugini.

“Yang sebenarnya Papua itu sudah diberikan anggaran cukup besar untuk pembangunan. Dan kalau dibandingkan, katakanlah Papua dibanding dengan Papua Nugini, ya jauh lebih baik kita. Sehingga perlu diberikan suatu pengertian yang betul kepada mereka yang KKB itu,” tegasnya lebih lanjut.

Kendati membuka ruang bagi pendekatan persuasif, JK secara tegas menyatakan proses penegakan hukum terhadap aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB harus tetap berjalan tanpa kompromi.

Jika kelompok separatis bersenjata tersebut tetap melanjutkan aksi kekerasan, tindakan represif yang terukur dari aparat keamanan menjadi keniscayaan.

“Dan apabila mereka masih begitu, tentu balasannya operasi yang daripada aparat kita, TNI, Kepolisian. Tapi dua pihak perlu ada upaya pengertian politis secara baik secara damai. Tentu di mana-mana kita bisa melaksanakan itu, kayak di Aceh, kayak di mana-mana,” tandas mantan wakil presiden yang memiliki rekam jejak dalam perundingan damai Aceh tersebut.

Sebelumnya, insiden penembakan sadis yang dilakukan oleh KKB menimpa rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.45 WIT.

Peristiwa nahas itu merenggut nyawa tiga orang ASN di lokasi kejadian, masing-masing atas nama Aprida Rapi (49) selaku Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, beserta dua orang stafnya yaitu Alfonsius Albinus Meha (35) dan Willi Mbuik (25).

Komandan Kodim (Dandim) 1702/Jayawijaya, Letkol Inf. Ilham Datu Ramang, memberikan konfirmasi penyerangan terjadi ketika para korban sedang dalam perjalanan pulang menuju Wamena.

Rombongan tersebut baru saja merampungkan tugas negara, yakni meninjau langsung kegiatan cetak sawah serta mendistribusikan bantuan bibit babi kepada warga setempat sebelum akhirnya dihadang oleh kelompok bersenjata.***

Berita Lainnya

Terkini