Danais 392 Kalurahan di DIY Naik Jadi Rp120 Juta Tahun Ini

Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Kurniawan, menjelaskan bantuan dasar atau alokasi flat yang sebelumnya berada di kisaran Rp100 juta per kalurahan kini ditingkatkan menjadi Rp120 juta tanpa terkecuali.

13 September 2026, 07:22 WIB

Yogyakarta– Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) resmi menaikkan alokasi Dana Keistimewaan (Danais) bagi seluruh kalurahan pada tahun 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat pembangunan tingkat desa sekaligus mengantisipasi pemangkasan anggaran transfer dari pemerintah pusat.

Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Kurniawan, menjelaskan bantuan dasar atau alokasi flat yang sebelumnya berada di kisaran Rp100 juta per kalurahan kini ditingkatkan menjadi Rp120 juta tanpa terkecuali.

“Dari tahun 2025 sekitar Rp100 juta per kalurahan, itu sudah kita naikkan di 2026 ini menjadi Rp120 juta per kalurahan. Itu yang flat, semuanya dapat, semua kalurahan,” ujar Kurniawan saat ditemui di Kotagede, Jumat (11/9/2026) petang.

Selain dana dasar tersebut, Pemda DIY menyediakan skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) variabel yang disesuaikan dengan potensi spesifik dari total 392 kalurahan di wilayahnya.

Terdapat 21 jenis bantuan yang disiapkan, mencakup BKK Maritim, BKK Wisata, BKK Budaya, BKK Preneur untuk UMKM, program Desa Prima, hingga Desa Mandiri Budaya.

“Yang flat mereka dapat semua, ada yang variabel sesuai potensinya. Kami ingin kalurahan lebih kreatif, inovatif, dan mampu menyejahterakan masyarakatnya,” tambahnya.

Menanggapi masukan Ombudsman DIY terkait tata kelola dan transparansi anggaran, pihak Paniradya Kaistimewan menyambutnya secara positif sebagai bentuk pengawasan konstruktif. Kurniawan menegaskan bahwa seluruh penggunaan Danais telah terintegrasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sehingga dapat diakses secara terbuka oleh publik.

Lebih lanjut, pemanfaatan Danais berbasis kawasan terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui penataan kawasan Wotawati di Kabupaten Gunungkidul.

Melalui BKK Kawasan Terpadu, kawasan tersebut kini menjadi destinasi wisata favorit yang mendongkrak pendapatan warga sekitar melalui penyewaan homestay dan sektor penunjang jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Ke depan, Pemda DIY berkomitmen untuk terus mengoptimalkan alokasi Danais secara produktif, termasuk memperkuat penyediaan fasilitas publik yang ramah difabel di berbagai ruang kebudayaan dan fasilitas pendidikan daerah.

Berita Lainnya

Terkini