Taekwondo Buleleng Bidik 2 Emas di Porprov Bali 2027, 93 Atlet Mulai Diuji

12 September 2026, 13:26 WIB

Buleleng – Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Buleleng mulai memetakan kekuatan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.

Sebanyak 93 atlet berlaga dalam Singaraja Open Taekwondo Championship 2026 di GOR FOK Undiksha, Desa Jinangdalem, Kecamatan Buleleng, 11-12 September 2026.

Kejuaraan tersebut diikuti 435 atlet dari enam kabupaten/kota di Bali, yakni Buleleng, Gianyar, Badung, Bangli, Jembrana, dan Denpasar.

Ketua Umum Pengkab TI Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, Singaraja Open menjadi ajang untuk mengukur kemampuan sekaligus memetakan atlet yang berpeluang diproyeksikan ke Porprov Bali 2027.

“Kami gunakan sebagai momentum untuk memberikan kemampuan yang lebih baik kepada anak-anak kita, atlet-atlet kita untuk bertanding dan pengalaman yang lebih banyak dalam pelaksanaan kejuaraan,” kata Surya Bharata, Sabtu (11/9/2026).

Menurut dia, kejuaraan ini juga menjadi ajang uji coba bagi atlet Buleleng sebelum turun dalam kompetisi lain, termasuk Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) dan Porprov 2027.

Singaraja Open sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali atmosfer kompetisi taekwondo di Buleleng setelah sekitar enam tahun tidak menggelar kejuaraan serupa.

“Kami berharap dengan adanya kejuaraan ini, atlet-atlet Taekwondo Buleleng bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Untuk Porprov Bali 2027, Pengkab TI Buleleng masih memasang target dua medali emas. Target tersebut sama dengan sasaran yang dipatok pada periode sebelumnya.

“Target Porprov kita seperti tahun kemarin, kita masih di angka dua medali emas. Syukur-syukur bisa nanti bertambah,” kata dia.

Untuk mengejar target tersebut, Pengkab TI Buleleng mulai menerapkan sistem lapisan atau layer dalam pembinaan atlet.

Atlet yang dinilai memiliki peluang paling besar meraih prestasi akan menjadi prioritas. Sementara atlet pada lapisan berikutnya tetap disiapkan sebagai bagian dari kaderisasi dan regenerasi.

“Kami tetap memperlakukan adanya layer. Jadi kita tetap mengklasifikasi atlet-atlet kita. Tentunya siapa yang memang berpotensi untuk bisa lebih optimal meraih prestasi, itu yang kita dahulukan,” ujar Surya Bharata. ***

Berita Lainnya

Terkini