![]() |
| Presiden Jokowi menerima Presdir ADB Takehiko Nakao (Setkab) |
Kabarnusa.com – Asian Development Bank (ADB) siap memberi pinjaman senilai Rp18 Triliun kepada perusahaan BUMN dalam mendukung proyek-proyek pembangunan prioritas. Presiden Direktur ADB Takehiko Nakao menyampaikan komitmennya itu saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka.
“ADB mendukung penuh berbagai program infrastruktur Presiden Joko Widodo melalui pinjaman kepada kepada BUMN,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago kepada wartawan dikutip laman resmi Setkab.
Dalam Kunjungan Presiden Direktur ADB Takehiko Nakao ke Indonesia pada 12-15 Januari 2015, selain bertemu Jokowi, Nakao bertemu dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.
Nakao diagendakan juga mengunjungi beberapa proyek ADB di sektor irigasi, infrastruktur dan pendidikan, yang merupakan prioritas dalam rencana pembangunan Pemerintah Jokowi. Nakao menjelaskan tahun 2015 ini, pihaknya memberikan bantuan pinjaman sebesar 1,5 miliar dollar AS atau Rp 18 triliun.
Kata dia, jumlah pinjaman yang akan disalurkan itu, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada 2014, ADB telah menyalurkan pinjaman sebesar 550 juta dollar AS (Rp 6,6 triliun). Pinjaman berfluktuasi, tergantung rasio program dan proyeknya. Program berdasarkan tindakan reformasi yang mendukung program-program agenda reformasi.
“Kita banyak dukungan proyek yang tidak bisa diwujudkan tahun lalu karena Pemilu dan berharap dapat diwujudkan tahun ini,” imbuh Nakao. Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, menambahkan, pinjaman kepada perusahaan BUMN itu bunganya rendah.
ADB berkomitmen membantu pemerintah Indonesia mencapai peningkatan investasi di beberapa area, diantaranya keamanan dan ketahanan pangan. “Hal ini, juga dapat membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat Indonesia nantinya,” tukas Andrinof. (nar)

