Denpasar – Bali International Film Festival (Balinale) 2026 resmi mengumumkan para pemenang dalam malam penutupan festival yang berlangsung di The Meru Sanur, Bali Beach Garden, pada Jumat (05/06/2026).
Memasuki penyelenggaraan ke-19, Balinale kembali menjadi panggung apresiasi bagi karya-karya sinematik terbaik dari berbagai negara.
Pengumuman pemenang dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari para profesional film Indonesia dan internasional, di antaranya Yosep Anggi Noen, David Hanan, Dr. Eros Zhao, Joseph J.U. Taylor, Denise Castelli, Marcella Zalianty, Shanty, I Made Denny Chrisna Putra, Nirartha Bas Diwangkara, dan Richard Todd.
Pada kategori Film Dokumenter Pendek, penghargaan diberikan kepada The Tuners karya Pawel Chorzepa dari Polandia.
Film ini dinilai berhasil menghadirkan pendekatan sinematik yang peka dan eksperimental tanpa kehilangan pijakan pada realitas. Keunggulan visual dan tata suara yang kuat juga mengantarkan film tersebut meraih penghargaan Film Pendek Terbaik Balinale 2026.
Sementara itu, kategori Narasi Pendek dimenangkan oleh Ali karya Adnan Al Rajeev dari Bangladesh dan Filipina.
Film ini mendapat pujian atas eksplorasinya terhadap isu identitas, penindasan, dan ekspresi diri melalui pendekatan visual yang matang dan emosional.
Pada kategori Animasi Pendek, penghargaan jatuh kepada Lifetime Warranty karya Daniel Lobos dari Chili.
Film tersebut diapresiasi karena menampilkan dedikasi tinggi dalam teknik animasi bingkai demi bingkai yang menggambarkan pentingnya keterampilan kerja manual di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Sebagai festival kualifikasi Academy Awards® pertama dan satu-satunya di Indonesia, pemenang kategori film pendek Balinale berhak dipertimbangkan untuk masuk dalam kompetisi Oscar® kategori Film Pendek Terbaik.
Di kategori Film Dokumenter Panjang, film The Designer is Dead karya Gonzalo Hergueta dari Spanyol berhasil meraih penghargaan utama.
Film ini mengangkat kisah seorang seniman yang berusaha tetap setia pada nilai-nilai seninya di tengah tekanan berbagai kekuatan global.
Sementara itu, penghargaan Film Naratif Terbaik diraih oleh Aisha Can’t Fly Away karya Morad Mostafa dari Mesir.
Penampilan kuat pemeran utama Maha Mohammed Al-Adwani menjadi salah satu faktor utama yang membuat film ini memikat perhatian para juri.
Dari Indonesia, film Sound of Silence karya Gavrila Angelina berhasil memenangkan Penghargaan Gary L Hayes untuk Pendatang Baru Film Indonesia.
Film ini dinilai mampu menghadirkan cerita yang relevan dengan kehidupan generasi muda masa kini, didukung kualitas visual yang baik serta kejutan menarik pada akhir cerita.
Adapun penghargaan Tapestry of Indonesia, Film Pendek Indonesia Terbaik diberikan kepada Amazing Fantastic Extraordinary People karya Nadine Habsjah dan Yusgunawan Marto.
Film tersebut mendapat apresiasi karena keberaniannya mengangkat isu eksploitasi dan manipulasi terhadap kelompok masyarakat rentan dengan pendekatan yang cerdas dan berkualitas tinggi.
Balinale 2026 juga memberikan Penghargaan Pilihan Komite kepada dua film, yakni Death Drive karya Eolgul Park dari Korea Selatan dan Grappling Grace karya Alexander Kiehl serta Misha Novak dari Inggris Raya.
Tahun ini Balinale mencatat rekor baru dengan menerima lebih dari 1.300 pengajuan film dari seluruh dunia, jumlah tertinggi sepanjang 19 tahun penyelenggaraan festival.
Dari total tersebut, sebanyak 94 film dari 38 negara terpilih untuk diputar dalam berbagai kategori resmi festival.
Selain itu, Balinale 2026 menghadirkan 20 world premiere, 10 pemutaran perdana internasional, dan 26 pemutaran perdana Asia, yang semakin memperkuat posisi festival ini sebagai salah satu ajang perfilman internasional paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara.***

