Gubernur Koster Kerahkan 12.942 Mahasiswa untuk Membangun Desa di Seluruh Bali

Gubernur Koster menekankan desa adalah "akar" dan fondasi utama Bali, sehingga pembangunan harus dimulai dan dirasakan langsung dampaknya oleh warga desa.

18 Juli 2026, 06:07 WIB

Denpasar– Sebanyak 12.942 mahasiswa dari 39 perguruan tinggi di Bali kini resmi turun ke desa-desa. Mereka terlibat dalam program “Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera” yang diluncurkan langsung Gubernur Bali, Wayan Koster, di Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (15/7/2026).

Langkah besar ini diambil Pemprov Bali untuk memastikan pembangunan tidak hanya berfokus di perkotaan atau kawasan wisata saja.

Gubernur Koster menekankan desa adalah “akar” dan fondasi utama Bali, sehingga pembangunan harus dimulai dan dirasakan langsung dampaknya oleh warga desa.

“Kita ingin pembangunan Bali tumbuh subur dari akar rumputnya, yaitu dari desa. Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, kita butuh sinergi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas,” ujar Gubernur Koster.

Tak sekadar hadir, ribuan mahasiswa yang didampingi 953 dosen ini akan bekerja membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan nyata. Ada sejumlah isu prioritas yang menjadi target utama, di antaranya:

Lingkungan:Pengelolaan sampah berbasis sumber, gerakan Bali bersih sampah, serta pelindungan sumber air.

Ekonomi & UMKM: Memperkuat ekonomi lokal dan membantu pemasaran produk-produk asli Bali.

Gubernur Koster menitipkan empat pesan penting bagi mahasiswa: jadilah pendengar yang baik bagi warga, berikan solusi atas persoalan desa, ciptakan inovasi sederhana yang bermanfaat, dan miliki integritas tinggi sebagai calon pemimpin masa depan.

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. I Ketut Adnyana, menyatakan bahwa inisiatif Gubernur Koster sangat sejalan dengan kebijakan pusat.

“Pemerintah pusat sangat peduli, terutama pada isu pengelolaan sampah. Kami siap mengoptimalkan seluruh program yang ada untuk mendukung kebijakan pembangunan di Bali,” ungkap Prof. Adnyana.

Melalui kolaborasi ini, Pemprov Bali optimis akan tercipta desa yang lebih maju, masyarakat yang lebih sejahtera, serta kebudayaan Bali yang tetap kokoh dan lestari di masa depan.

Berita Lainnya

Terkini