Tabanan – Daya tarik wisata budaya Bali kembali mencuri perhatian dunia. Di kawasan ikonik Ulun Danu Beratan, Tabanan, ratusan wisatawan tampak antusias mengantre.
Mereka tidak hanya datang untuk berswafoto, melainkan karena memiliki keinginan kuat untuk menjajal langsung pengalaman merangkai bahkan mengangkat di atas kepala mereka gebogan—sajian buah dan bunga yang menjadi simbol syukur dalam tradisi masyarakat Bali.
Pemandangan ini terlihat dalam rangkaian Festival Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 yang digelar hari ini, Rabu (15/7).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pihak pengelola DTW Ulun Danu Beratan memberikan ruang khusus bagi wisatawan di area Beji untuk mencoba merangkai gebogan.
Langkah ini diambil setelah banyaknya permintaan dari wisatawan mancanegara yang ingin merasakan langsung pengalaman membuat persembahan yang estetik tersebut.
Banyak tamu asing yang datang bertanya, ‘Bagaimana cara membuatnya?’. Mereka tertarik dengan filosofi di baliknya.

Akhirnya, kami sediakan fasilitas agar mereka tidak sekadar menonton, tapi bisa praktik langsung dengan bimbingan warga lokal,” ujar Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra.
Tak sedikit banyak wisatawan asing bahkan turut mencoba, memegang mengabadikan momen pengalaman dengan mengangkat ke gebogan kayaknya umat Hindu yang akan bersembahyang.
Tidak hanya menjadi ajang tontonan, di balik indahnya susunan buah yang menjulang, terdapat upaya serius untuk menjaga regenerasi budaya.
Peserta parade kali ini didominasi oleh ibu-ibu PKK dari Kecamatan Marga yang masih berusia muda.
“Kami memang membatasi usia peserta di bawah 45 tahun. Tujuannya agar ada regenerasi, sehingga pakem-pakem pembuatan gebogan yang sudah diwariskan turun-temurun tetap terjaga di tangan generasi muda,” tambah Agus.
Para peserta parade membawa kreativitas masing-masing dengan mengangkat cerita dari banjar asalnya ke dalam sebuah fragmentari.
“Bagi wisatawan, inilah nilai tambah yang membuat kunjungan ke Tabanan terasa lebih berkesan,” sambung Agus Teja .
Kehadiran festival ini terbukti menjadi magnet kuat. Meski di tengah jadwal libur sekolah dan persaingan ketat destinasi wisata lainnya, jumlah kunjungan ke Ulun Danu Beratan tetap stabil dengan rata-rata ribuan pengunjung per hari.
Ke depannya, pengelola berharap sinergi antar destinasi wisata di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Tabanan dapat terus diperkuat melalui kalender event yang terjadwal rapi.
Dengan begitu, wisatawan yang datang ke Bali sudah memiliki agenda pasti untuk menikmati kekayaan budaya Tabanan, tanpa harus bingung mengatur jadwal perjalanan mereka.
Festival Gebogan merupakan agenda rutin yang akan terus dikembangkan sebagai salah satu pilar wisata budaya unggulan di Tabanan, menjadikannya destinasi yang tak hanya indah dipandang, namun juga memberikan pengalaman budaya yang mendalam bagi setiap pengunjung. ***

