Denpasar Raya Siapkan PSEL, Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Bali

Melalui proyek PSEL, pemerintah daerah menegaskan komitmen menghadirkan solusi jangka panjang berbasis teknologi ramah lingkungan.

14 April 2026, 05:11 WIB

Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar resmi menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya, Senin (13/4) di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar.

Penandatanganan yang dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara ini menjadi langkah strategis dalam menjawab krisis sampah yang semakin mengkhawatirkan di Bali.

Bali saat ini menghadapi tekanan serius akibat keterbatasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), terutama di Suwung.

Kondisi tersebut memicu praktik pembakaran liar dan pembuangan sampah ke sungai, yang memperburuk ancaman lingkungan.

Penolakan masyarakat terhadap solusi sementara seperti sentra kompos juga menunjukkan persoalan sampah menyentuh aspek sosial dan budaya, bukan sekadar teknis.

Melalui proyek PSEL, pemerintah daerah menegaskan komitmen menghadirkan solusi jangka panjang berbasis teknologi ramah lingkungan.

Fasilitas ini dirancang untuk mengubah sampah menjadi energi listrik dengan standar pengolahan berteknologi Eropa, yang diklaim mampu meminimalkan limbah turunan dan emisi.

Proyek PSEL Denpasar Raya ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada pertengahan 2026, setelah sebelumnya sempat terkendala minimnya minat investor.

Dengan adanya kesepakatan resmi antar pemerintah daerah, peluang realisasi proyek dinilai semakin terbuka.

Dalam dokumen kerja sama, ditegaskan bahwa pembangunan PSEL mencakup penyiapan infrastruktur pendukung sebagai fondasi utama.

Penandatanganan ini sekaligus menjadi simbol bahwa Bali tidak tinggal diam menghadapi krisis sampah, melainkan memilih langkah kolaboratif lintas daerah.

Meski tantangan implementasi, pengawasan, dan penerimaan masyarakat masih menanti, proyek PSEL Denpasar Raya diharapkan menjadi titik balik penting.

Dari tumpukan sampah yang mengancam citra pariwisata dan lingkungan, kini muncul harapan lahirnya sistem pengelolaan modern yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memberi nilai tambah berupa energi bagi masa depan Pulau Dewata.***

Berita Lainnya

Terkini