Buleleng – Kawasan Titik Nol Singaraja kini memiliki nama baru. Pemerintah Kabupaten Buleleng menetapkan “Praja Mandala Singa Ambara Raja” sebagai nama kawasan yang menjadi salah satu ikon baru di pusat Kota Singaraja.
Nama tersebut merupakan hasil sayembara yang digelar Pemkab Buleleng. Usulan itu datang dari Kadek Dika Wirawan, mahasiswa semester VIII Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja.
Dika mempertahankan nama Singa Ambara Raja karena dianggap memiliki kaitan kuat dengan identitas dan sejarah Kota Singaraja.
Sementara itu, kata “Mandala” dimaknai sebagai kawasan dan “Praja” merujuk pada fungsi kawasan tersebut sebagai pusat pemerintahan.
Dengan demikian, Praja Mandala Singa Ambara Raja dimaknai sebagai kawasan pemerintahan yang mengusung maskot legendaris Singa Ambara Raja.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengapresiasi ide yang diajukan mahasiswa tersebut. Menurut dia, banyaknya masyarakat yang ikut mengirimkan usulan nama menunjukkan tingginya perhatian terhadap identitas daerah.
Nama tersebut juga tidak semata-mata ditentukan berdasarkan hasil sayembara. Pemkab Buleleng turut mendiskusikannya dengan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk tokoh Puri.
“Selain dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, para tokoh Puri juga memberikan masukan. Dari situlah kemudian muncul nama Praja Mandala Singa Ambara Raja,” jelasnya, Selasa (4/8/2026).
Setelah nama ditetapkan, Pemkab Buleleng akan menindaklanjuti pemasangan tulisan nama kawasan di Titik Nol Singaraja. Penempatannya akan disesuaikan dengan kaidah tata ruang.
Pemkab juga menyiapkan penyerahan hadiah kepada pemenang sayembara. Pemberian hadiah direncanakan berlangsung dalam rangkaian Buleleng Festival mendatang.
Dengan penamaan tersebut, kawasan Titik Nol Singaraja tidak hanya memiliki identitas baru, tetapi juga membawa unsur sejarah dan simbol Singa Ambara Raja yang selama ini lekat dengan Kota Singaraja. ***

