Cegah Kanker Sejak Dini, Siswa Laki-Laki Kelas 5 SD di Jogja Resmi Disasar Vaksin HPV Lewat BIAS 2026

Mulai tahun ini, imunisasi HPV tidak lagi hanya diperuntukkan bagi anak perempuan, melainkan resmi menyasar siswa laki-laki kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

4 Agustus 2026, 20:59 WIB

Yogyakarta — Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 membawa angin segar bagi dunia kesehatan anak dengan memperluas cakupan perlindungan terhadap infeksi Human Papillomavirus (HPV).

Mulai tahun ini, imunisasi HPV tidak lagi hanya diperuntukkan bagi anak perempuan, melainkan resmi menyasar siswa laki-laki kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

Kebijakan anyar tersebut diterapkan sebagai bagian dari proyek percontohan nasional untuk mempercepat eliminasi kanker serviks dan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Selain Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), program percontohan ini juga bergulir di DKI Jakarta dan Bali. Khusus di Kota Yogyakarta, sasaran program ini menjangkau sebanyak 3.146 siswa kelas 5 SD.

Kepala Puskesmas Kotagede II, dr. Atika Anggiasih, menjelaskan perluasan sasaran ini sangat penting karena dampak virus HPV tidak bisa dipandang sebelah mata.

Selama ini, pemahaman masyarakat masih cukup terbatas dan menganggap HPV hanya berdampak pada kaum hawa. Padahal, virus ini juga menyimpan potensi bahaya serius bagi kesehatan laki-laki.

HPV bukan hanya menyebabkan kanker serviks, tetapi juga beberapa jenis kanker lain seperti kanker anus dan kanker orofaring yang juga bisa menyerang laki-laki.

“Selain itu, ada beberapa tipe HPV yang menyebabkan kutil kelamin atau kondiloma akuminata,” terang Atika saat ditemui di sela-sela pelaksanaan BIAS di SD Intis School Kotagede, Kota Yogyakarta, Selasa (4/8).

Ia menegaskan langkah menyuntikkan vaksin ke anak laki-laki sangat penting untuk memutus rantai penularan virus secara luas. Pasalnya, laki-laki kerap menjadi pembawa virus (carrier) tanpa gejala yang berbahaya bagi pasangannya kelak.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu, mengingatkan agar publik memahami yang menular adalah virusnya, bukan kankernya.

Endang juga menambahkan bahwa pemberian vaksin pada usia sekolah dasar merupakan waktu paling ideal karena daya tahan tubuh anak sedang berada di performa terbaiknya untuk membentuk respon imun yang kokoh.

Terkait teknis pelaksanaan, para siswa kelas 5 SD baik laki-laki maupun perempuan akan menerima vaksin HPV dosis tunggal pada program BIAS tahun ini.

Bagi siswa yang berhalangan, pemerintah telah menyiapkan skema imunisasi susulan di kelas 6 SD atau saat usia SMP sekitar 14 hingga 15 tahun.

Menjawab kekhawatiran orang tua, pihak Dinas Kesehatan memastikan bahwa vaksin HPV terbukti aman dan menepis tegas hoaks yang menyebut vaksin ini dapat memicu kemandulan maupun gangguan tumbuh kembang anak.
Efek samping yang muncul umumnya tergolong ringan, seperti demam ringan atau bengkak di lokasi suntikan, dan akan hilang dalam kurun waktu singkat.

Pemerintah mengimbau para orang tua agar tidak ragu mengizinkan anak-anak mereka menerima imunisasi HPV. Mengingat jika dilakukan secara mandiri harga vaksin ini bisa menembus ratusan ribu hingga jutaan rupiah per dosis, program BIAS ini menjadi kesempatan emas karena seluruh biayanya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. ***

Berita Lainnya

Terkini