Gubernur Koster: Kehidupan di Bali Tenteram, Perekonomian Baik Mampu Sejahterakan Masyarakat

3 September 2020, 06:13 WIB

Gubernur Bali Wayan Koster/ist

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan pandangannya
kehidupan di Pulau Seribu Pura selalu tenteram, perekonomian baik dan mampu
mensejahterakan masyarakat.

Karena itu, dia meneguhkan komitmennya untuk memperkuat dan memperkokoh adat
istiadat, budaya serta kearifan lokal Bali.

“Mari kita tetap jalankan ajaran leluhur pendahulu kita, laksanakan piodalan
dengan baik sebagai cihna persembahan kepada Ratu Bhatara,” kata Gubernur
Koster saat menghadiri Karya Ngaturang Pekelem Penegteg Gumi Pura Luhur Gunung
Agung yang dirangkai dengan Aci Purnamaning Ketiga Odalan di Pura Sad
Khayangan Desa Pura Pasar Agung Desa Adat Sibetan, Kecamatan Bebandem,
Kabupaten Karangasem, Rabu (2/9/2020).

Bali yang kecil secara wilayah punya aura sakral dan metaksu dengan sisi
spiritual kuat yang membuatnya dicintai masyarakat luar. “Hasilnya, kehidupan
di Bali selalu tenteram, perekonomian baik dan mampu mensejahterakan
masyarakat,” tegas mantan anggota DPR RI tiga periode ini.

Hal ini harus dijaga bersama karena itu yang membedakan Bali dari daerah lain.
Bali memiliki kekayaan budaya yang unik, bukan gas, batubara atau minyak bumi.
Itu warisan leluhur yang sudah luar biasa.

Mengingat itu, lanjut dia, warisan leluluh harus senantiasa dijaga dari
nilai-nilai budaya luar yang merusak.

“Ini (warisan, Red) sekarang saya proteksi. Saya harus jaga dan bentengi.
Kalau sampai rusak, maka kita di Bali akan berbahaya. Bisa dikutuk leluhur dan
Ida Bhatara kita,” kata Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi
Bali, menegaskan.

Dijelaskan Gubernur, menjaga taksunya alam Bali menjadi perhatian besarnya
lewat 40 peraturan yang disusun dalam 2 tahun di awal kepemimpinannya. “Perda
dan Pergub yang telah diterbitkan akan menjadi dasar pembangunan di Bali.
Perkuat adat istiadat dan kearifan lokal melalui penguatan desa adat,”
ujarnya, menandaskan.

Contoh lain, dia merancang perlindungan kawasan suci Besakih. Ditata agar rapi
dan indah dengan nilai pembangunan total Rp900 miliar. “Besakih itu hanya ada
satu di dunia, leluhur kita sudah merancang dengan luar biasa. Kita sekarang
sebagai penerus harus bisa merawat,” ucapnya, bersemangat.

Pada upacara di pura yang terletak di bagian kaki Gunung Agung tersebut,
nampak dihadiri pula oleh mantan Bupati Karangasem Wayan Geredeg, Wakil Bupati
Karangasem Wayan Artha Dipa serta Ketua DPRD Karangasem Gede Dana.
(rhm)

Berita Lainnya

Terkini