Denpasar – Semangat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali kembali berkobar di Hari UMKM Nasional 2026.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap Gerakan Memajukan Bisnis Rakyat (GEMBIRA) yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali.
Gerakan ini menjadi wadah penting bagi UMKM untuk bertahan sekaligus berkembang, baik melalui pemasaran digital maupun kegiatan luring.
Dalam sambutannya, Putri Koster menekankan GEMBIRA adalah gerakan nyata yang merangkul pelaku UMKM agar terus maju di tengah tantangan zaman. “UMKM Bali harus punya ruang untuk tumbuh, berinovasi, dan memperluas pasar. GEMBIRA hadir sebagai jembatan menuju cita-cita itu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kolaborasi Dinas Koperasi dan UMKM dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali melalui kegiatan Bergerak dan Berbagi. Program ini menghadirkan chef ke desa-desa untuk melatih masyarakat yang berminat mengasah keterampilan kuliner.
Setiap hari, tiga desa dikunjungi, dengan 30 peserta per desa, sehingga 90 orang mendapat kesempatan belajar langsung. Dari sini, lahirlah potensi UMKM baru yang memperkenalkan olahan pangan khas daerah masing-masing.
Pelaku UMKM kuliner juga diberi ruang tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB). Kolaborasi ini diharapkan menjadi panggung besar untuk memperkenalkan produk kerajinan dan kuliner Bali kepada masyarakat luas dan memperkuat identitas budaya daerah.
Putri Koster menegaskan pentingnya menjaga mutu produk, mulai dari kebersihan, kesehatan, hingga pemanfaatan bahan baku lokal.
Dengan dukungan pembinaan berkelanjutan, termasuk dari BPOM, ia optimistis UMKM Bali mampu melangkah dari panggung lokal menuju kancah nasional. “UMKM harus jadi pelita yang terus menyala, meski kepemimpinan berganti,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menyampaikan terima kasih atas dukungan Dekranasda. Menurutnya, pendampingan yang diberikan Putri Koster menjadi energi baru bagi UMKM dan IKM untuk terus berkarya dan menembus pasar yang lebih luas.
Peringatan Hari UMKM Nasional 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Bali ditutup dengan penghargaan kepada 20 UMKM kuliner tradisional dengan penjualan tertinggi selama PKB XLVIII.***

