Ubud – Sektor pariwisata di Ubud, Bali, kembali diramaikan dengan kehadiran proyek properti prestisius, Vasa Ubud. Dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun, destinasi ini hadir menawarkan perpaduan harmonis antara keindahan alam yang memukau dan kekayaan narasi budaya lokal.
Hermanto Tanoko, Komisaris Utama PT Jaya Sukses Makmur Santosa, Tbk (RISE), menjelaskan bahwa proyek ini lahir dari kekagumannya terhadap atmosfer Ubud.
Menurutnya, Ubud memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi wisatawan mancanegara maupun domestik yang mencari pengalaman berwisata yang lebih bermakna.

“Bayangan ini melihat alamnya, lihat udara, dan dari sisi semuanya, ini jatuh cinta. Jadi, kami putuskan untuk berinvestasi di sini,” ungkap
Vasa Ubud tidak sekadar dirancang sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai etalase budaya. Hermanto menuturkan bahwa target pasar yang dibidik sangat beragam, dengan komposisi sekitar 70 persen wisatawan mancanegara dan 30 persen wisatawan domestik.
Daya tarik utama yang diusung oleh Vasa Ubud terletak pada konsep arsitektur yang kuat dan integrasi nilai-nilai lokal. Setiap elemen, mulai dari desain interior hingga pemilihan ornamen, dirancang untuk menceritakan kisah kehidupan masyarakat di Ubud.
“Ubud ini kaya sekali akan cerita. Kami mau angkat dari budaya-budaya di Ubud, cerita Ubud itu kita kenalkan. Internasional sangat tertarik dengan cerita-cerita tentang budaya kita yang luar biasa indah, “ tandasnya.
Kehadiran Vasa Ubud menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor perhotelan dan wisata di Bali.
Dengan pendekatan yang memadukan kenyamanan fasilitas modern dan autentisitas warisan budaya, proyek ini diharapkan mampu menarik minat segmen pasar wisatawan premium yang mencari pengalaman liburan yang eksklusif dan sarat akan nilai budaya.
Investasi masif senilai Rp1 triliun ini sekaligus menegaskan optimisme para pelaku bisnis terhadap daya pikat Ubud yang tetap kokoh sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di pasar global.***

