Sensasi Back to Nature di Jatiluwih Eco Farm: Petik Sayur Organik hingga Belajar Budaya Bali di Kawasan UNESCO

Co-Founder Jatiluwih Eco Farm, Jhon Ketut Purna, mengungkapkan pendirian destinasi ini berawal dari kerinduan mendalam untuk kembali dan membangun tanah kelahiran.

9 Agustus 2026, 20:17 WIB

Jatiluwih – Kawasan wisata Jatiluwih yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO kini semakin lengkap dengan kehadiran destinasi baru. Jatiluwih Eco Farm resmi dibuka untuk menawarkan konsep wisata edukasi, agrowisata, serta pelestarian budaya tradisional Bali yang autentik bagi para pelancong domestik maupun mancanegara.

Co-Founder Jatiluwih Eco Farm, Jhon Ketut Purna, mengungkapkan pendirian destinasi ini berawal dari kerinduan mendalam untuk kembali dan membangun tanah kelahiran.

“Tujuan berdirinya Jatiluwih Eco Farm ini sebenarnya kerinduan saya yang sudah lama sekali meninggalkan kampung. Saya ingin membangun kampung saya kembali menjadi objek wisata,” ujar Jhon Ketut Purna saat ditemui di lokasi, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, masyarakat maupun wisatawan sangat direkomendasikan untuk berkunjung karena tempat ini menawarkan pengalaman langsung berupa aktivitas-aktivitas tradisional khas pedesaan yang kini mulai jarang ditemui.

Berbagai ragam aktivitas unggulan telah disiapkan bagi para pengunjung. Mulai dari agrowisata petik sayur organik langsung dari kebun, hingga wisata edukasi budaya seperti belajar merangkai sarana persembahyangan berupa canang sari serta mengikuti kelas memasak (cooking class) hidangan tradisional khas Bali.

Selain itu, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman agraris yang autentik seperti membajak sawah, menanam padi, bermain lumpur, hingga memancing di tengah suasana pedesaan yang sejuk dan asri.

“Aktivitas yang bisa dilakukan di Jatiluwih Eco Farm ini banyak sekali. Pertama, kita bisa melakukan cooking class, kita juga bisa memancing. Khusus untuk wisatawan juga bisa membuat canang sari, memasak sendiri, bahkan memetik sayuran dari kebun kita sendiri yang ada di Jatiluwih Eco Farm. Kami ingin wisatawan tidak hanya melihat pemandangan, tapi juga merasakan bagaimana menjadi petani sesungguhnya,” jelas Jhon Ketut Purna.

Guna mendukung aksesibilitas bagi tamu dari berbagai kalangan, manajemen Jatiluwih Eco Farm juga menyiapkan fasilitas penunjang berstandar tinggi, termasuk infrastruktur pendaratan udara bagi tamu kehormatan.

“Khusus tamu VIP bisa naik helikopter di sini karena kita siapkan landasan khusus yang bisa dipakai untuk heli mendarat,” tambahnya.

Jhon Ketut Purna menambahkan, kehadiran destinasi ini sangat ideal bagi masyarakat perkotaan yang ingin melepaskan penat dari rutinitas harian (refreshing).

“Saat pengunjung di perkotaan yang butuh refreshing bisa datang ke Jatiluwih Eco Farm karena di sini kita bisa menyediakan semuanya dan kita bisa melihat indahnya alam pedesaan yang benar-benar asri dan sejuk,” pungkasnya.

Jatiluwih Eco Farm hadir memperkaya pilihan destinasi di kawasan Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, yang selama ini telah mendunia berkat pesona sistem irigasi subak dan lanskap sawah teraseringnya.

Dengan mengusung prinsip pariwisata berkelanjutan (eco-tourism) serta pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism), tempat ini mengajak wisatawan untuk berinteraksi secara aktif dan harmonis dengan alam serta warga lokal.

Melalui konsep “back to nature”, Jatiluwih Eco Farm diharapkan mampu menjadi alternatif liburan bermakna yang tidak sekadar memberikan hiburan, melainkan juga sarana edukasi serta wadah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan Jatiluwih.

Berita Lainnya

Terkini