Wabup Sleman Sentil Mental ‘Manja’ Anak Muda di Nobar Film Pramuka

Humas Alamanda Pictures Yogyakarta, Endah Dwi Rahayu, mengungkapkan film ini lahir dari keprihatinan atas maraknya penggunaan gawai yang mulai mengikis nilai kebersamaan anak-anak.

5 Agustus 2026, 07:03 WIB

Sleman– Menjelang peringatan Hari Pramuka ke-65, rumah produksi Alamanda Pictures bersama Kwartir Nasional (Kwarnas) menggelar nonton bareng (nobar) film bertema pendidikan karakter berjudul Pramuka.

Acara yang dihelat di bioskop Pakuwon Mall, Sleman, pada Selasa, 4 Agustus 2026 ini sukses menarik perhatian 300 peserta dari kalangan pendidik.

Kegiatan eksklusif tersebut dihadiri oleh para kepala sekolah, guru, serta pembina Pramuka jenjang SD dan SMP yang mewakili 17 kapanewon di Kabupaten Sleman.

Pemutaran khusus bagi para pendidik ini merupakan bagian dari safari sosialisasi di DIY sebelum nantinya film diputar secara massal untuk para pelajar.

Humas Alamanda Pictures Yogyakarta, Endah Dwi Rahayu, mengungkapkan film ini lahir dari keprihatinan atas maraknya penggunaan gawai yang mulai mengikis nilai kebersamaan anak-anak.

Melalui petualangan sekelompok pelajar di alam terbuka, film ini ingin membangkitkan kembali esensi gotong royong dan kemandirian.

“Anak zaman sekarang lebih cepat bergantung pada orang tuanya. Melalui adegan persahabatan dan pemecahan masalah di film ini, kami ingin membawa semangat kekeluargaan,” jelas Endah.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kwarcab Pramuka Sleman, Savitri Nurmala Dewi, menilai pendekatan audio-visual ini sebagai terobosan modern yang efektif.

Dengan menyasar guru dan pembina terlebih dahulu, pesan moral dapat disaring dan dipahami secara matang sebelum sampai ke tangan para siswa.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi. Di tengah gempuran teknologi, ia menganggap film ini sebagai sarana pembelajaran moral yang kuat untuk menanamkan kedisiplinan dan kerja keras.

Dalam kesempatan yang sama, Danang sempat melontarkan sentilan terkait mental generasi muda saat ini yang dinilainya terlalu bergantung dan kurang memiliki keberanian moral.
Menurutnya, kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan ketangguhan mental.

“Indonesia orang pintar banyak, tapi yang berani jarang. Melakukan kebenaran biasanya malah ikut arus. Yang penting berani memegang teguh kebenaran,” tandas Danang. ***

Berita Lainnya

Terkini