Kain Endek Sebagai Bahan Busana Rumah Mode di Paris

14 Oktober 2020, 17:51 WIB

Kepada Tim Ad Hoc Kemenlu RI, Ny Putri Koster Usaha Kecil dan Menengah I
Wayan Mardiana menyampaikan rasa bangga karena salah satu kain tenun
tradisional Bali./its

Denpasar – Christian Dior menyampaikan kain endek sebagai salah satu
bahan untuk koleksi busana spring/summer yang akan diproduksi tahun 2021
mendatang.

Untuk memperoleh bahan busana bermotif endek, Dior harus memenuhi sejumlah
syarat terkait upaya pelestarian dan perlindungan terhadap kain tenun
tradisional kebanggaan masyarakat Bali ini.

Syarat itu dikemukakan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda)
Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat menerima Tim Ad Hoc Kerjasama Dior
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di Ruang Pertemuan Jayasabha, Rabu
(14/10/2020).

Kepada Tim Ad Hoc Kemenlu RI, Ny Putri Koster Usaha Kecil dan Menengah I Wayan
Mardiana menyampaikan rasa bangga karena salah satu kain tenun tradisional
Bali dilirik oleh rumah mode yang sudah mendunia dan kabar yang diterimanya
akhir September lalu itu seperti sebuah mimpi.

“Di tengah pandemi, tiba-tiba kita dikejutkan kabar menggembirakan. Pastinya
sangat bangga ya,” ucapnya, namun rasa bangga itu menyisakan kekhawatiran
kalau endek akan bernasib sama dengan tenun rangrang.

Pada suatu masa tenun khas Nusa Penida itu sempat booming dan motifnya ditiru
dan diproduksi secara massal.

“Orang luar ikut memproduksi motif rangrang hingga pada titik tertentu
kehilangan selera pasar. Saya tak ingin hal tersebut terjadi pada kain endek,”
imbuhnya, sebab itu ia mengajak semua pihak menjadikan pengalaman tersebut
sebagai sebuah pelajaran.

Ny Putri Koster menyebut, sejumlah syarat yang diutarakannya itu murni dalam
bidang tugasnya selaku Ketua Dekranasda yaitu menjaga kelestarian tenun
tradisional.

Dalam kesempatan itu, pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menyinggung
upaya melindungi kain tenun tradisional Bali agar tak mudah diklaim oleh pihak
luar.

Ia mengharapkan arahan dari pemerintah pusat agar kerja sama ini dapat
terlaksana dan memberi manfaat positif bagi kemajuan UMKM dan kesejahteraan
masyarakat Bali.

Kadisperindag Wayan Jarta menambahkan bahwa pihaknya secara intensif telah
melakukan komunikasi dengan pihak Dior dan juga jajaran Kemenlu.

Dari hasil koordinasi, diperoleh informasi bahwa pemilihan kain endek yang
diperagakan pada pembukaan Paris Fashion Week di Jardin de Tuileries, Paris,
Selasa (29/09/2020) itu diperoleh dari hasil searching di internet.

“Kami sempat hubungi dan ketika kami sampaikan bahwa syaratnya harus perajin
lokal Bali, mereka angkat tangan,” imbuhnya.

Disperindag Bali akan mengawal kerja sama ini untuk menjamin pasokan bahan
benar-benar berasal dari Bali. Pihak Pemprov Bali juga berharap bisa bertemu
langsung dengan tim dari rumah mode Christian Dior untuk membicarakan kerja
sama ini. (lif)

Artikel Lainnya

Terkini