KKP: Tambak BUBK Kebumen Panen Gemilang, Dorong Industri Udang Berkelanjutan

4 Mei 2026, 17:04 WIB

Kebumen, – Harapan besar bagi industri udang nasional kembali terwujud. Kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (2/5), sukses mencatat panen lanjutan sebanyak 46 ton udang vaname dari 32 petakan tambak.

Panen ini menandai siklus produksi ke-8, sekaligus menjadi bukti nyata, sistem budidaya modern yang ramah lingkungan mampu menghadirkan hasil optimal.

“Alhamdulillah, produksi terus meningkat dan kualitas udang sangat baik. Ini bukti bahwa standar budidaya, termasuk pengelolaan lingkungan melalui IPAL, berjalan sesuai harapan,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, dalam siaran resmi.

Tb Haeru Rahayu bahkan turun langsung meninjau panen di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan. Ia menegaskan penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) menjadi kunci keberhasilan, sekaligus memastikan kualitas udang memenuhi standar pasar.

Tren positif produksi BUBK Kebumen terlihat jelas. Dari total 139 kolam yang beroperasi aktif, panen parsial telah dilakukan tiga kali dengan hasil meningkat: 12 ton, 15 ton, hingga 19 ton.

Akumulasi sementara mencapai 46 ton dengan ukuran udang berkisar size 35–40, kualitasnya pun dinilai unggul dan diminati pembeli yang datang langsung ke lokasi.

Penanggung jawab teknis BUBK Kebumen, Iwan Sumantri, menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan.

“Sistem IPAL berjalan baik, kualitas air tetap terjaga, dan tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan. Komitmen kami adalah budidaya yang produktif sekaligus berkelanjutan,” jelasnya.

BUBK Kebumen hadir sebagai pusat pembelajaran dan transfer teknologi bagi para pembudidaya. Andes Wahyabremudho, salah satu petambak lokal, mengaku merasakan dampak positifnya.

“Kami banyak belajar dari sisi teknis, berbagi ilmu dengan tim, dan hasil budidaya meningkat signifikan. Kolaborasi antarpetambak juga semakin kuat,” ungkapnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan optimismenya industri udang nasional akan terus tumbuh seiring tingginya permintaan global.

Program BUBK menjadi salah satu strategi utama KKP untuk menghadirkan budidaya berbasis kawasan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.***

 

Berita Lainnya

Terkini