Kuliah di UNY Sambil Berjualan Es Dawet, Santri Dimas Landung Mampu Raih IPK 3,84

Landung diterima di SMAN 1 Bambanglipuro Bantul dan bisa menghasilkan beberapa prestasi salah satunya juara 1 Inovasi Project Moderasi Beragama Kementerian Agama RI tahun 2022.

2 Januari 2025, 21:17 WIB

Yogyakarta -Dimas Landung Dwi Prakoso santri Pondok Pesantren Darul Fatihah Pundong Bantul mampu membuktikan dengan kegigihan kuliah sembari berjualan es dawet mampu meraih sukses studi dengan mengantongi IPK 3,84.

Landung, sapaan pemuda ini, tidak membayangkan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Ya, kuliah, sesuatu hal yang tidak terbayangkan oleh Landung.

Awalnya, Landung tidak tahu apakah bisa melanjutkan sekolah karena keluarganya tidak mendukung serta mengalami keterbatasan kemampuan keuangan untuk bisa menyekolahkannya ke jenjang SMA.

Pria kelahiran Bantul, 25 Maret 2005 itu memberanikan diri untuk masuk ke pondok khusus yang menampung anak yatim dan duafa yaitu Pondok Pesantren Darul Fatihah Pundong Bantul.

Dia memberanikan diri untuk masuk pesantren karena dengan ikut pondok tersebut dirinya dibiayai sekolah sampai lulus dan dijamin uang saku setiap harinya

Landung diterima di SMAN 1 Bambanglipuro Bantul dan bisa menghasilkan beberapa prestasi salah satunya juara 1 Inovasi Project Moderasi Beragama Kementerian Agama RI tahun 2022.

Saat kelas XII Landung termasuk salah satu siswa eligible dan didukung dengan medali yang didapatkan ia disarankan untuk melanjutkan kuliah melalui jalur SNBP.

“Namun kembali pihak keluarga saya tidak mendukung sebab berbagai pertimbangan salah satunya seputar pembiayaan,” ungkap Landung Kamis 2 Januari 2025.

Cita-citanya memang ingin meneruskan belajar sampai tamat, karena bagi saya pendidikan merupakan keharusan.

Berkat dukungan sekolah, Landung pada akhirnya berkonsultasi dengan guru BK karena masih pesimis tentang studi lanjut. Namun guru BK SMAN 1 Bambanglipuro, Eny meyakinkannya untuk studi lanjut.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bambanglipuro saat itu Gami Sukarjo memberikan informasi tentang beasiswa karena sekolah sangat mendukung siswanya untuk lanjut kuliah dan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memfasilitasi siswanya untuk mendapatkan beasiswa salah satunya KIPK.

Alhasil Landung memilih program studi Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum Fakultas Ilmu Sosial, Hukum dan Ilmu Politik melalui jalur SNBP dan diterima.

Selama kuliah warga Samen, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul tersebut berhasil meraih indeks prestasi kumulatif 3,84 dan berkesempatan menjadi narasumber di beberapa acara mentoring anak muda sekaligus aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa.

Dikenal juga sebagai seorang pemuda yang ulet, ini karena pondok pesantren tempatnya nyantri mengajari mandiri sejak dini maka Landung iseng untuk mencoba berjualan es dawet dengan modal yang didapat dari pondok.

“Saya berdagang es dawet hitam di dekat pondok saya dan alhamdulillah laku keras. Hingga sekarang saya bisa berjualan dawet hingga 5 tempat bersama teman-teman,” ucapnya merasa senang.

Uang hasil berdagang lalu ditabung serta disisihkan untuk pondok pesantren.

Tidak hanya berdagang es dawet, putra pasangan Latino (alm) dan Sumiriyati tersebut juga memelihara kambing di rumah yang diperolehnya dari hasil ngarit atau mencarikan rumput untuk kambing tetangga sekaligus menggembalakannya.

Pada uang hasil ngarit tersebut dikumpulkannya dan dibelikan kambing yang sekarang mencapai 7 ekor.

“Kambing ini saja jadikan tabungan bila membutuhkan uang secara tiba-tiba,” ucapLandung.

Hingga saat ini dirinya masih setia ngarit untuk memberi makan ketujuh ekor kambingnya.

Pemuda yang sudah yatim sejak umur 5,5 tahun tersebut berpesan pada calon mahasiswa agar pantang menyerah menghadapi kesulitan ekonomi.

“Cita-cita akan terwujud bilamana kita pantang menyerah dalam menggapainya. Tidak apa bersakit-sakit dahulu, karena semua butuh proses untuk mencapai tujuan yang kita inginkan,” tegasnya.

Meski begitu, Landung juga berterimakasih kepada UNY, berkat beasiswa KIPK inilah ia bisa menggapai cita-cita sejak kecil yaitu berkesempatan mencicipi bangku perkuliahan.

“Harapannya dengan beasiswa KIPK ini, saya bisa berkuliah dengan baik, menjadi orang yang selalu bersyukur, dan bisa menggapai cita-cita dimasa depan,” tandas Landung.***

Berita Lainnya

Terkini