Harga Aspal Melonjak, Sleman Genjot Program ‘Dalan Alus’ Demi Ekonomi Daerah

Melalui program unggulan “Dalan Alus” (Jalan Halus), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman mengalokasikan anggaran besar tahun 2026, mencapai Rp108 miliar.

12 Mei 2026, 19:05 WIB

Sleman – Lonjakan harga aspal akibat gejolak global tak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

Melalui program unggulan “Dalan Alus” (Jalan Halus), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman mengalokasikan anggaran besar tahun 2026, mencapai Rp108 miliar.

Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala DPUPKP Sleman, Sukarmin, menegaskan komitmen ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati.

“Dengan jalan yang halus, mobilitas barang, jasa, hingga pariwisata akan lebih lancar. Ekonomi daerah pun ikut bergerak,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (12/5).

Meski begitu, tantangan tetap ada. Konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia naik, berdampak langsung pada harga aspal.

“Harga sempat tembus Rp32 ribu per kilo, dari normal Rp14 ribu. Sekarang turun ke Rp15.500. Kami rutin cek referensi harga dari Pertamina agar pelaksanaan tetap akurat,” jelasnya.

Tahun ini, pembangunan difokuskan pada 11 ruas jalan sepanjang 11,8 km dengan nilai Rp45,4 miliar.

Beberapa  titik prioritas antara lain Jalan Krapyak–Wonosari, Ngawen–Kenteng, serta jalur evakuasi Sentukan yang akan diganti konstruksi beton karena sering dilalui truk bermuatan berat.

Selain itu, pemerintah juga memberi perhatian khusus pada jalan desa. Dengan payung hukum baru, Perbub No. 16 Tahun 2026, Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk perbaikan jalan desa. Rata-rata tiap desa akan menerima Rp100 juta.

“Kondisi jalan desa banyak yang rusak sejak program stimulan 2010 berhenti. Ini jadi komitmen baru untuk mendukung ekonomi masyarakat,” tambah Sukarmin.

Sekretaris DPUPKP, Fauzan Ma’ruf, menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak kalurahan dan perusahaan sekitar agar ikut menjaga kualitas jalan.

Sementara itu, tim pemeliharaan juga menyiapkan enam titik prioritas, termasuk ruas Jalan Kejayaan, Banjarharjo–Klangon, hingga Gondanglegi.

Data terbaru menunjukkan total panjang jalan kabupaten Sleman mencapai 733 km dengan tingkat kemantapan 68 persen.

Untuk mencapai kondisi mantap 100 persen, kebutuhan anggaran ideal diperkirakan Rp1,11 triliun. Meski target besar, pemerintah tetap berupaya bertahap melalui rehabilitasi jalan, jembatan, dan gorong-gorong setiap tahun. ***

Berita Lainnya

Terkini