Jakarta – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menunjukkan hasil nyata. Dalam masa uji coba operasional, sebanyak 273,6 ton ikan berhasil dipasarkan dari 65 lokasi KNMP tahap I dengan nilai mencapai Rp11,10 miliar.
Komoditas unggulan seperti tuna, cumi, gurita, tongkol, bawal, hingga kakap putih dikirim dari Lampung, Sumbawa, Pandeglang, Sinjai, Lombok Tengah, Gorontalo, Tual, Konawe, hingga Merauke.
“Fokus kami memastikan fasilitas KNMP benar-benar dimanfaatkan, unit usaha berjalan, dan koperasi siap mengelola,” tegas Ketua Satgas Operasional KNMP, Irjen. Pol. Drs. Victor Gustaaf Manoppo, M.H.
Uji coba ini menghidupkan berbagai unit usaha : cold storage, kapal penangkap ikan, kendaraan berpendingin, sentra kuliner, kios perbekalan, bengkel, hingga pabrik es. Dari aktivitas tersebut, tercatat pendapatan Rp1,29 miliar.
“Ketika fasilitas digunakan dan transaksi terjadi, KNMP sudah masuk tahap usaha,” tambah Victor. Pengelola KNMP juga dihubungkan dengan lembaga keuangan seperti Himbara dan BPD untuk memperkuat modal usaha.
Koperasi didorong memiliki kelembagaan dan rencana bisnis yang jelas agar pembiayaan benar-benar mendukung pengembangan usaha.
Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDSPKP, Ali Rahmat Iman Santoso, menegaskan KKP terus memperkuat koperasi sekaligus menyiapkan model usaha, akses pasar, dan pembiayaan.
Pendampingan dilakukan mulai dari legalitas usaha, literasi keuangan, diversifikasi produk, hingga sertifikasi SKP dan SPDI.KKP juga membuka akses pasar dengan menggandeng UPI, eksportir, pemasok, distributor, hingga koperasi perikanan.
Dari sisi mutu, pembinaan keamanan pangan di cold storage dan sarana distribusi memastikan unit bisnis KNMP memiliki sertifikat kelayakan yang diakui. Dengan langkah ini, KNMP menjadi pusat produksi dan motor penggerak ekonomi pesisir yang berdaya saing tinggi.***

