Tanah Lot Art and Food Festival : Tetap Eksistensi di Tengah Tantangan Global dengan Ikon Kuliner Tradisional ‘Bulang Carik’

Ajang tahunan Tanah Lot Art and Food Festival, kali ini tetap menyuguhkan deretan kuliner selektif khas kawasan Pura dan area sekitarnya.

25 Agustus 2026, 14:31 WIB

Tanah Lot -Di tengah dinamika situasi global yang kurang kondusif akibat krisis ekonomi dan berbagai konflik geopolitik internasional yang memengaruhi sektor pariwisata, ajang prestisius Tanah Lot Art and Food Festival dipastikan tetap hadir dan terlaksana pada tahun ini.

Komitmen kuat tersebut diungkapkan langsung oleh Event Organizer (EO) Tanah Lot Art and Food Festival, Manik Tenaya, dalam sesi jumpa pers yang digelar pada 24 Agustus 2026.

Konferensi Pers dihadiri Sekda Pemkab Tabanan I Gede Susila, Kadis Pariwisata Made Agus Hartawiguna, Manajer DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, Bendesa Adat Beraban Ketut Sujana.
Menurut Manik Tenaya, penyelenggaraan festival tahun ini tidak terlepas dari arahan tegas Bupati Tabanan yang menginstruksikan agar event pariwisata ikonik ini tetap eksis dalam kondisi apa pun.

Meskipun sempat melalui tahap diskusi intensif bersama pihak Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot serta jajaran pemerintah daerah untuk merumuskan langkah terbaik menghadapi tantangan global, keputusan final tetap mengarah pada keberlanjutan festival sebagai pilar penting penggerak ekonomi kerakyatan dan pelestarian budaya.

“Arahan dari Bapak Bupati adalah kita harus tetap eksis pokoknya. Apapun yang terjadi, baik secara krisis finansial global maupun perang di berbagai belahan dunia yang memengaruhi kunjungan wisatawan, festival ini tetap dilaksanakan dengan menjaga esensi dan konsep dasarnya,” ungkap Manik Tenaya 

Dari sisi konsep penyelenggaraan, pihak panitia tidak melakukan perubahan mendasar. Judul utama tetap dipertahankan yakni Tanah Lot Art and Food Festival, dengan tetap menyuguhkan deretan kuliner selektif khas kawasan Pura dan area sekitarnya. Namun, terdapat beberapa evaluasi dan penyesuaian tata letak demi efisiensi dan peningkatan kualitas hiburan bagi para pengunjung.

Salah satu perubahan signifikan pada penyelenggaraan tahun ini adalah pengurangan jumlah panggung utama dari tiga panggung pada tahun sebelumnya menjadi dua panggung.

Panggung pertama difokuskan untuk pertunjukan seni khas yang sakral dan pagelaran musik bernuansa etnik di Panggung Lilit Cika, sementara panggung kedua didedikasikan sepenuhnya sebagai panggung utama untuk hiburan masyarakat umum dan wisatawan.

Kendati demikian, ikon pertunjukan utama festival yakni Sunset in Paradise—yang menampilkan parade budaya berlatar keindahan matahari terbenam—tetap dipertahankan sebagai magnet utama pengunjung.

Manik Tenaya juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan parade tahun ini:

“Tahun ini kita sangat terbantu dengan adanya peran serta aktif dari masyarakat Desa Adat Beraban yang dipimpin langsung oleh Jero Bendesa. Parade kebogaan dapat terlaksana dengan sukses tanpa harus melibatkan sekecamatan Kediri seperti sebelumnya, mengingat koordinasi dan seleksi ketat dari ibu-ibu PKK demi menampilkan standar kualitas yang terbaik.”

Sebagai wujud identitas daerah agraris, festival tahun ini mengangkat tema dan ikon kuliner khusus yang dinamakan “Bulang Carik”. Kuliner ini merepresentasikan hasil kekayaan alam sawah lokal Tabanan. Manik Tenaya menjelaskan bahwa panitia berupaya keras menyajikan menu-menu tradisional autentik yang mulai langka di era modern akibat penggunaan insektisida di lahan pertanian.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya menu seperti jampong belaut menjadi andalan, kini panitia beradaptasi dengan menghadirkan olahan khas seperti kakul (keong sawah), lindung (belut sawah) dengan racikan bumbu khas, hingga sayuran tradisional seperti jukut gonde yang merakyat namun kaya cita rasa, serta menu pelengkap seperti lindung mepung sambal pejak dan kakul sunia cekuh.

Melalui persiapan yang matang serta keterlibatan aktif masyarakat lokal, Tanah Lot Art and Food Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga mampu terus menjaga keharmonisan serta keseimbangan alam semesta, sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan pariwisata Tanah Lot dan Kabupaten Tabanan secara keseluruhan.***

 

Berita Lainnya

Terkini