Masih di Bawah Normal, Triwulan III Kondisi Dunia Usaha Bali Membaik

12 Oktober 2020, 16:43 WIB
Trisno
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno
Nugroho/dok.Kabarnusa

Denpasar – Kendati masih di bawah dari kondisi normal dunia usaha di
Provinsi Bali mulai ada perbaikan pada triwulan ketiga tahun 2020. Berdasar
hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia menunjukkan, kondisi
dunia usaha di Bali pada triwulan IIl 2020 membaik.

“Meski masih berada pada level yang lebih rendah dibandingkan kondisi
normalnya,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali
Trisno Nugroho dalam siaran pers, Senin (12/10/2020).

Adapun nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) SKDU pada triwulan I-2020 berada
pada level -33,6%, tidak sedalam kondisi pada triwulan II-2020 yang berada
pada level -62,1%.

Menurut Trisno, perbaikan kondisi dunia usaha tersebut bersumber dari beberapa
sektor utama yaitu akomodasi dan makan minum, pertanian serta perdagangan
besar dan eceran.

Membaiknya kondisi dunia usaha tersebut seiring dengan perbaikan kapasitas
usaha. Indeks kapasitas usaha di provinsi Bali pada triwulan II- 2020 sebesar
-59,7% meningkat menjadi 67,59% di triwulan Ill – 2020.

Perkembangan sektor akomodasi dan makan minum pada triwulan I 2020 menunjukkan
Nilai SBT pada level -9,75%, membaik dibandingkan dengan kondisi triwulan –
2020 pada level -17,55%.

Kondisi ini didorong oleh dibukanya kembali pariwisata di Bali, adanya long
weekend pada bulan Agustus 2020, serta didukung promosi yang dilakukan hotel
untuk menarik kunjungan.

Sementara, kinerja pertanian juga membaik dengan Nilai SBT triwulan ll 2020
pada level -8,17% yang membaik dibandingkan dengan kondisi triwulan II 2020
pada level -12,18%.

Perbaikan terutama bersumber dari kembali membaiknya kinerja sub sector
peternakan yang sempat mengalami penurunan cukup dalam di triwulan lI 2020.

“Selanjutnya, kinerja sektor perdagangan besar dan eceran juga menunjukkan
perbaikan dari triwulan II 2020 dengan nilai SBT pada level -8,70% menjadi
triwulan IlI 2020 pada level -1,89%,” sebutnya.

Demikian juga, dimulainya aktivitas Bali Tatanan Normal Baru, dikuti
membaiknya kinerja perdagangan terutama untuk perdagangan non kendaraan.

Diketahui, Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha di Provinsi Bali dilaksanakan
setiap 3 bulan untuk mendapatkan indikasi dan informasi dini mengenai
perkembangan kegiatan ekonomi di sektor ril secara triwulanan, yakni triwulan
yang sedang berjalan dan perkiraan pada triwulan yang akan datang.

Survei triwulan Ill 2020 telah diselenggarakan selama bulan September 2020
terhadap sekitar 129 responden. Hasil dari SKDU ditunjukkan melalui Nilai
Saldo Bersih Tertimbang (SBT).

Metode Saldo Bersih dihitung berdasarkan selisih antara persentase responden
yang memberikan jawaban membaik dibandingkan dengan persentase responden yang
memberikan jawaban menurun.

Hasil Nilai SBT tersebut kemudian dibobot dengan pangsa masing-masing sektor
untuk mendapatkan perkiraan perkembangan ekonomi secara keseluruhan.
(rhm)

Artikel Lainnya

Terkini