Buleleng — Halaman Masjid Al Muttaqin, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, mendadak menjadi pusat perhatian pendidikan agama Islam di Kabupaten Buleleng.
Sebanyak lebih dari 300 peserta didik dari berbagai penjuru wilayah berkumpul untuk mengikuti Pekan Kreativitas dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dipusatkan di lingkungan Yayasan Bina Islamika, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang dirancang lintas jenjang ini memperlombakan berbagai cabang kompetisi, mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK.
Para peserta mempertunjukkan kemampuannya dalam cabang Tilawah Al-Qur’an, Pidato PAI, Tahfidz, Kaligrafi, Voice of Islamic, hingga Poster PAI.
Panitia pelaksana, Indrawansyah, S.Pd.I, yang juga merupakan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) SMP Miftahul Ulum, mengungkapkan antusiasme sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua tahun ini sangat tinggi dalam menyukseskan ajang tersebut.
Pembukaan acara berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting daerah. Hadir mewakili Bupati Buleleng, Kepala Bidang Pengembangan Budaya Politik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng, Ketut Simbayasa.
Turut hadir pula Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Putu Primasuta, serta Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan.
Dalam pandangannya, I Gede Sumarawan menekankan pentingnya ajang ini sebagai bagian integral dari pembinaan pendidikan agama Islam yang tidak hanya berorientasi pada hasil kompetisi.
“Kegiatan seperti Pentas PAI menjadi titik temu berbagai kepentingan dalam membina peserta didik secara utuh, di mana pendidikan agama tidak dapat berjalan sendiri melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara sekolah, pemerintah, dan orang tua,” ujarnya.
Pemilihan Desa Patas di wilayah barat Buleleng sebagai lokasi penyelenggaraan tahun ini juga membawa pesan khusus mengenai pemerataan akses pendidikan.
Setelah tahun sebelumnya digelar di wilayah timur, pergeseran lokasi ini memastikan bahwa anak-anak di kawasan Gerokgak, Seririt, hingga pelosok daerah memiliki kesempatan yang setara untuk tampil dan mengekspresikan potensinya.***
Kompetisi ini turut mengedepankan aspek integritas melalui keterlibatan dewan hakim dari berbagai unsur, mulai dari LPTQ, pengawas, profesional, hingga guru senior, yang sebelumnya telah diambil sumpahnya untuk memastikan objektivitas penilaian.
Para juara yang lahir dari ajang kabupaten ini tidak akan berhenti di sini; mereka dipersiapkan untuk melaju ke tingkat Provinsi Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 September 2026 di Bedugul, Kabupaten Tabanan, guna membawa nama baik Kabupaten Buleleng.***

