Tabanan — Pemerintah Kabupaten Tabanan resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara Angkatan I bagi Pejabat Pimpinan Tinggi, Administrator, dan Pengawas di Lapangan Dwi Warna Purwa Cendikia Wusana Rindam IX/Udayana, Senin (7/9).
Program ini bertujuan memperkuat karakter, kedisiplinan, dan integritas aparatur sipil negara dalam mengoptimalkan pelayanan publik.
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menegaskan kegiatan tersebut selain pembinaan fisik juga menjadi momentum bagi aparatur untuk memahami jati diri dan tanggung jawab pengabdian.
“Kita adalah aparatur pemerintah, bukan hanya pemegang jabatan atau pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi bagian dari kekuatan bangsa yang setiap hari hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya saat memberikan arahan.
Menurutnya, wujud bela negara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini diimplementasikan melalui kejujuran, disiplin kerja, loyalitas, dan keberanian mengambil keputusan yang benar demi kepentingan masyarakat di tengah kompleksitas tantangan pemerintahan modern.
Bupati Sanjaya menambahkan, pelaksanaan diklat yang menjadi yang perdana di Bali ini merupakan langkah strategis untuk menanamkan kedisiplinan dasar sesuai arahan presiden.
Ia berpesan agar para peserta menjadikan pelatihan ini sebagai sarana membangun kerja sama, gotong royong, serta kepemimpinan yang keteladanan.
“Pemimpin harus hadir di depan sebagai teladan, di tengah sebagai penggerak, dan di belakang sebagai pemberi kekuatan,” tegasnya sembari menekankan pentingnya membentuk ASN yang berinisiatif tinggi tanpa perlu diawasi.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tabanan, I Nyoman Sastera Wibawa, melaporkan kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang berlangsung selama enam hari hingga 11 September 2026 dengan menggunakan pola asrama.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas aparatur serta pelayanan publik di Kabupaten Tabanan,” jelas I Nyoman Sastera Wibawa.
Selama masa pelatihan, para peserta mendapatkan 10 materi komprehensif yang mencakup pemahaman nilai-nilai bela negara, pembinaan mental dan karakter, kepemimpinan, hingga latihan fisik dan ketangkasan yang dipandu langsung oleh jajaran pelatih Rindam IX/Udayana.***

