Pemkot Yogyakarta Soroti Bahaya Laten Geng Sekolah Usai Kasus Pengeroyokan Pelajar Bantul

Disdikpora Pemkot Yogyakarta menilai fenomena geng sekolah masih menjadi tantangan serius meski pengawasan di lingkungan sekolah telah diperketat.

24 April 2026, 04:58 WIB

Yogyakarta – Kasus pengeroyokan yang menewaskan pelajar SMP asal Bantul, Ilham Dwi Saputra, memicu keprihatinan mendalam dari Pemerintah Kota Yogyakarta.

Melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Pemkot menilai fenomena geng sekolah masih menjadi tantangan serius meski pengawasan di lingkungan sekolah telah diperketat.

Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, menyayangkan aksi kekerasan yang berujung pada gangguan keamanan wilayah.

Ia menegaskan, pengawasan penuh sudah dilakukan selama siswa berada di sekolah, namun celah muncul ketika anak kembali ke lingkungan rumah.

Menurutnya, kasus seperti di Bantul termasuk kategori kejahatan jalanan yang terjadi di luar jam belajar.

Mugi menekankan pentingnya peran keluarga serta 37 organisasi kepemudaan di Kota Yogyakarta untuk ikut menjaga keamanan.

Ia menyebut fenomena kelompok pelajar sulit diberantas karena tidak terorganisir secara formal, melainkan muncul dalam bentuk “soliditas dan solidaritas” yang kerap disalahgunakan sebagai legitimasi aksi anarkis.

Sebagai solusi, Pemkot Yogyakarta mendorong penyaluran energi pelajar ke kegiatan positif.

Sepanjang 2025, Disdikpora telah menggelar enam kali kegiatan “Gelar Pelajar Pemuda” sebagai wadah ekspresi sekaligus pemetaan.

Salah satu contoh adalah kegiatan membersihkan sungai di kawasan Jetis yang melibatkan siswa SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 3 Yogyakarta.

Aktivitas fisik tersebut diharapkan menjadi pembiasaan agar pelajar tidak lagi menghabiskan waktu dengan nongkrong yang berpotensi memicu gesekan.

Sebelumnya, Ilham Dwi Saputra ditemukan tewas setelah dianiaya sekelompok orang pada Selasa (14/4/2026) malam.

Korban sempat dibawa ke belakang SMA N 1 Bambanglipuro dan kemudian ke Lapangan Gadung Mlaten, Caturharjo, sebelum dikeroyok sekitar 10 orang terkait dugaan keterlibatan geng motor. Meski membantah, korban tetap menjadi sasaran kekerasan hingga meninggal dunia.***

Berita Lainnya

Terkini