Penolakan Grasi “Bali Nine” Tak Pengaruhi Pariwisata

22 Januari 2015, 17:57 WIB
Gubernur Bali made Mangku Pastika @2015

DENPASAR – Pariwisata Bali tidak terpengaruh dengan penolakan grasi oleh Presiden Joko Widodo kepada dua terpidana mati asal Australia Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Menurut Gubernur Bali made Mangku Pastika, kasus dua terpidan mati Myuran dan Anfrew atau dikenal anggota kelompok ‘Bali Nine’ yang ditangkap April 2005 sama sekali tidak berpengaruh terhadap Bali.

“Sampai saat ini, tidak ada kendala apa pun. Hubungan Australia dengan Bali baik-baik saja,” tegasnya di Denpasar, Kamis (22/1/2015). Dia mengklaim, warga Australia sulit untuk terpengaruh dengan isu-isu politik yang dimainkan negaranya.

Bagi mereka, Bali sudah dianggap sebagai rumah kedua baik untuk tempat tinggal, berlibur hingga berbisnis. Hal sama disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali I Gede Putu Jaya Suartama,  penolakan grasi kedua warga Aussie itu tidak berdampak terhadap pariwisata Bali.

Dari koordinasi yang dilakukan dengan pihak Kejaksaan, bahwa eksekusi itu merupakan hal biasa. Bagaimanapun, Pemerintah Australia menghormati hukum di Tanah Air, di mana Indonesia tidak mentolerir kasus narkoba.

Sebaliknya, yang justru berdampak terhadap keamanan di Bali adalah travel warning dan isu ISIS. Kata dia, dua hal itu berdampak terhadap kenyamanan bagi wisatawan yang telah menganggap Bali sebagai rumah kedua mereka. (kto)

Berita Lainnya

Terkini