Sekda DIY Akui Distribusi Minyakita ke Pasar Kecil Masih Terkendala

Pascalebara di Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta, harga Minyakita meroket dilaporkan tembus Rp 22.000 per liter

24 April 2026, 17:14 WIB

Yogyakarta–Kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng subsidi pemerintah, Minyakita, belakangan jadi perhatian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta, harga Minyakita dilaporkan tembus Rp 22.000 per liter. Tak hanya mahal, stok kemasan 1 liter juga sulit ditemukan sejak pasca-Lebaran 2026.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Perindag terus berupaya menjaga pasokan.

Menurutnya, suplai langsung ke pasar tradisional sudah dilakukan, termasuk dukungan dari TPID kabupaten/kota.

“Sudah ada dropping Minyakita supaya tidak terjadi kelangkaan,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD DIY, Jumat (24/4).

Meski begitu, Ni Made mengakui intervensi tidak bisa dilakukan setiap hari. Pemantauan kondisi lapangan menjadi dasar penentuan langkah berikutnya.

“Tidak bisa setiap hari dropping, kita lihat situasinya. Prinsipnya, TPID terus memantau bersama kabupaten/kota,” jelasnya.

Untuk stok, Pemprov DIY bekerja sama dengan Bulog. Namun, distribusi ke pedagang kecil di pasar tradisional disebut masih menjadi tantangan.

“Kita kerja sama dengan Bulog, bukan stok sendiri,” tegasnya. Ia menambahkan, pemerataan pasokan hingga unit pasar terkecil masih perlu diverifikasi.

“Sejauh ini sudah di-dropping ke pasar kabupaten/kota, tapi mungkin tidak semua merata sampai ke unit paling kecil. Itu kendalanya,” ungkapnya.

Dengan kondisi ini, pemerintah daerah berharap langkah stabilisasi bisa menekan gejolak harga sekaligus memastikan ketersediaan Minyakita di pasar tradisional. ***

Berita Lainnya

Terkini