Nyalakan Kembali Semangat Pelayanan dan Visi Global, FGBMFI World Convention 2026 Pertemukan 1.400 Delegasi Dunia

Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) World Convention 2026 di Bali difokuskan untuk menyalakan kembali api pelayanan, menyatukan visi strategis, serta mempercepat pergerakan positif dalam kehidupan rohani maupun profesional para anggotanya di seluruh dunia.

11 Agustus 2026, 18:07 WIB

Badung -Semangat pelayanan dan kerohanian di kalangan pengusaha serta profesional global kembali disuarakan di Pulau Dewata. Bali International Convention Center, Nusa Dua, resmi menjadi saksi pembukaan Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) World Convention 2026 yang berlangsung pada 12 hingga 15 Agustus 2026.

Mengusung tema utama “One Fire, One Vision for Acceleration”, perhelatan akbar yang bertepatan dengan momentum 50th Jubilee FGBMFI ini berhasil mempertemukan sekitar 1.400 delegasi dari 47 negara.

Pertemuan ini difokuskan secara khusus untuk menyalakan kembali api pelayanan, menyatukan visi strategis, serta mempercepat pergerakan positif dalam kehidupan rohani maupun profesional para anggotanya di seluruh dunia.

Panitia penyelenggara menekankan bahwa usia emas setengah abad FGBMFI menjadi titik tolak yang sangat krusial bagi para anggotanya untuk merenungkan kembali panggilan pelayanan di tengah dinamika dunia modern.

Konvensi ini dirancang untuk membangkitkan gairah rohani yang berlandaskan pada integritas, kasih, dan ketulusan dalam melayani sesama, baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun di tengah kerasnya persaingan dunia usaha.

“Melalui momentum 50th Jubilee ini, kami ingin menyalakan kembali api pelayanan yang tulus di hati setiap pengusaha dan profesional. Visi besar ini menuntut penyatuan gerak langkah agar kita dapat melakukan akselerasi dalam membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” ungkap Len Wijaya, Ketua Umum World Konvention Bali 2026.

Dia menjelaskan, semangat pelayanan tersebut diterjemahkan melalui berbagai sesi retret rohani, khotbah inspiratif, dan diskusi mendalam yang dipimpin langsung oleh para rohaniwan terkemuka dunia dan nasional.

Kehadiran para pemimpin rohani ini memberikan penguatan mental dan spiritual yang mendalam bagi ribuan delegasi yang hadir.

Untuk memperkuat esensi pelayanan yang holistik, konvensi ini menghadirkan deretan tokoh rohani lintas latar belakang yang memiliki rekam jejak pelayanan luas.

Di antaranya adalah Romo Koko, pastor Katolik yang aktif melayani lintas negara; Ps. Juan Mogi selaku gembala senior GBI Gilgal Jakarta; serta Ps. Rubin Adi Abraham yang menjabat sebagai Ketua Sinode GBI sekaligus gembala sidang GBI Mekarwangi Bandung.

Selain itu, turut hadir pula Ps. Harliem Salim dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang juga memegang peran sebagai koordinator wilayah Asia Pasifik; Ps. Lito Samsriwi dari Care City Church Jakarta; serta tokoh rohani senior asal Bali, Ps. Timotius Arifin.

Para pemimpin rohani ini membimbing para delegasi untuk mengintegrasikan semangat pelayanan ke dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya dari kalangan rohaniawan, konvensi ini juga menghadirkan para pemimpin korporasi besar seperti CEO Citibank Batara Sianturi dan Anthony Putihrai dari Tamara Corporation.

Kehadiran para praktisi bisnis papan atas ini melengkapi sesi pembinaan dengan menunjukkan bagaimana nilai-nilai pelayanan, etika, dan integritas iman dapat diterapkan secara nyata di dalam dunia kerja profesional (marketplace approach).

Sebagai organisasi interdenominasi yang di Indonesia dikenal dengan nama Perkumpulan Usahawan Injil Sepenuhnya Indonesia (PUISI), FGBMFI terus berkomitmen untuk membina para pengusaha dan profesional mandiri secara utuh.

Organisasi ini menegaskan bahwa kesuksesan finansial harus berjalan seiring dengan panggilan untuk melayani masyarakat dan memberikan kontribusi berarti bagi lingkungan sekitar.

Melalui penyelenggaraan konvensi di Bali ini, FGBMFI optimistis para delegasi dari 47 negara akan kembali ke negara asal masing-masing dengan membawa nyala api pelayanan yang baru.

Semangat tersebut diharapkan mampu mentransformasi komunitas global menjadi wadah pengusaha yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga pada ketulusan melayani sesama demi kemaslahatan umat manusia. ***

Berita Lainnya

Terkini