Seni Lukis Mampu Menjahit Bagian Terpisah Sejarah Kehidupan Manusia

Seni khususnya karya seni lukis mampu menjahit bagian-bagian yang terpisah dari sejarah perjalanan kehidupan manusia.

31 Mei 2022, 20:15 WIB

Pameran Seni Komunitas Ratau Nyetip ini merupakan hasil kerja sama antara alumni, seniman, dan beberapa perwakilan seniman Yogyakarta beserta Fakultas Filsafat dengan tema besar Full – Gerr (membuka dimensi dan perspektif lain dari seni melukis).

Pameran lukisan berlangsung dari 26 Mei 2022 sampai 2 Juni 2022 digellar Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada.

Sriyadi Srinthil menjelaskan pameran “Ratau Nyetip” menyiratkan makna filosofis tertentu.

Made Wianta, Maestro Seni Lukis Bali Itu Berpulang

Maknanya, mengisyaratkan makna siapa saja yang terlibat dalam aktivitas seni, terutama melukis, maka harus berdamai dengan masa lalu.

Artinya, setiap goresan kuas pada kanvas putih merepresentasikan momen sejarah tertentu yang kemudian diperkaya oleh imaji-imaji si perupa. Adanya bentuk perdamaian diri dengan masa lalu yaitu dengan tidak menghapus kenangan-kenangan.

Ketua Dies Natalis Fakultas Filsafat UGM, Rangga Kala Mahaswa M.Phil, menyampaikan pameran seni ini merupakan bagian dari acara Dies Natalis Fakultas Filsafat UGM ke-55.

Selain acara ini, masih ada pameran seni yang tidak hanya sekedar melibatkan alumni saja tetapi harus membuka pintu ‘seni baru’ dengan badan mahasiswa seperti FSB Retorika atau Komunitas Musik Sande Monink dikemudian hari. ***

Artikel Lainnya

Terkini