Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat jejaring kerja sama internasional guna membuka peluang investasi serta mempercepat pengembangan sektor-sektor strategis daerah.
Langkah konkret ini ditempuh melalui penguatan sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam membangun koneksi strategis bersama para mitra dari kawasan Eropa.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Bali Wayan Koster dan jajaran Kementerian Luar Negeri yang berlangsung di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (14/8).
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Kemlu dan perwakilan dunia usaha, di antaranya Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha, Ketua Koordinator Diplomasi Kesehatan Amerop Rossy Verona, Wakil Ketua Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) F. Bernard Loesi, Wakil Ketua IEBF Yudhono Irawan, serta Koordinator Fungsi Cluster Rusia, Belarus, Armenia, Dit Eropa II Dandy L. Soeparan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha memaparkan perkembangan terkini mengenai Indonesia-Europe Business Forum (IEBF).
Forum ini dinilai sebagai instrumen penting yang mempertemukan pemangku kepentingan, perusahaan nasional, korporasi Eropa, serta mitra strategis guna memperluas jejaring bisnis dan menjalin kerja sama konkret.
Pembahasan kemudian difokuskan pada penguatan diplomasi ekonomi yang dipadukan dengan sektor kesehatan.
Bali dinilai memiliki daya tarik dan potensi besar untuk mengembangkan layanan kesehatan berkualitas tinggi, yang tidak hanya menyasar kebutuhan domestik tetapi juga warga negara asing.
Bali tidak hanya memiliki kekuatan pada sektor pariwisata, tetapi juga memiliki peluang pengembangan di berbagai bidang yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
“Karena itu, jejaring kerja sama internasional perlu terus diperluas dan diarahkan pada investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat memaparkan perkembangan ekonomi daerah di hadapan para delegasi.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Bali bersama Kemlu membahas penyelarasan potensi sektor kesehatan daerah dengan dukungan fasilitas diplomasi internasional.
Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah rencana pengembangan rumah sakit dengan layanan tematik.
Melalui skema ini, kualitas dan variasi layanan medis di Bali diharapkan meningkat secara signifikan, sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi investor luar negeri.
Kehadiran investasi swasta dan asing dipandang penting agar percepatan pembangunan fasilitas kesehatan tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Gayung bersambut, rencana tersebut mulai membuahkan hasil positif. Sejumlah calon mitra asal Eropa dilaporkan telah menunjukkan ketertarikan nyata untuk berkontribusi dalam penyediaan peralatan medis, setelah sebelumnya melaksanakan kunjungan langsung ke beberapa rumah sakit di Bali guna mengidentifikasi kebutuhan fasilitas secara langsung.
Menutup pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk terus mempererat sinergi dalam menarik investasi asing berkualitas ke Pulau Dewata. Fokus kerja sama diarahkan tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga merambah pada pengembangan industri kreatif lokal.
Melalui penguatan diplomasi ekonomi dan pelibatan jejaring mitra internasional, Pemprov Bali optimis dapat memperluas akses terhadap investasi, teknologi mutakhir, serta pasar global, demi mewujudkan pembangunan daerah yang mandiri dan berkelanjutan.***

