Denpasar – Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali menggelar Aksi Sosial Membina dan Berbagi yang menyasar kader Posyandu di Kelurahan Dangin Puri dan Kelurahan Renon, Senin (7/9).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata apresiasi atas pengabdian kader yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menegaskan kader adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka pelaksana pelayanan kesehatan dan penghubung aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan warga kepada pemerintah.
“Kader Posyandu adalah mata dan telinga masyarakat. Mereka yang pertama mengetahui kondisi di lapangan, sekaligus yang pertama hadir memberi solusi,” ujarnya penuh makna.
Posyandu kini bertransformasi melampaui sekadar layanan kesehatan. Melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), cakupan Posyandu merambah bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban, perlindungan masyarakat, serta sosial.
Perluasan fungsi ini menuntut kader untuk terus meningkatkan kapasitas, mendata kebutuhan warga, dan memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan kepada pemerintah.
Dalam aksi sosial kali ini, 180 kader menerima bantuan sebagai bentuk perhatian dan penghargaan atas dedikasi mereka. Di Kelurahan Dangin Puri, 105 kader menerima beras, telur, dan susu ; sementara di Kelurahan Renon, 75 kader juga mendapatkan bantuan serupa.
Putri Suastini Koster menekankan nilai bantuan bukan pada jumlahnya, melainkan pada makna kepedulian. “Ini adalah simbol kasih dan terima kasih atas pengabdian tanpa pamrih para kader,” tegasnya.
Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menambahkan transformasi enam SPM menuntut kolaborasi lintas sektor. Pembangunan soal kesehatan, dan juga menyangkut kebersihan lingkungan, keamanan, jalan yang layak, dan permukiman sehat.
“Membangun banjar adalah tanggung jawab bersama. Kader Posyandu menjadi penggerak yang memastikan semua aspek ini berjalan,” katanya.
Dengan 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa/kelurahan di Kota Denpasar, kader terus didorong untuk menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
Melalui pembinaan berkelanjutan, mereka diharapkan semakin berdaya, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan warga. Aksi Sosial Membina dan Berbagi pun menjadi momentum memperkuat sinergi agar Posyandu benar-benar hadir sebagai pilar pelayanan masyarakat yang dekat, cepat, dan tepat***.

