Transportasi Modern dan Hijau, Koster Ajak Taksi di Bali Beralih ke Listrik

Gubernur Wayan Koster menekankan pentingnya sektor transportasi dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Ia menegaskan, sistem transportasi harus tertib, modern, dan ramah lingkungan.

15 Mei 2026, 04:55 WIB

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menggelar rapat koordinasi bersama pelaku usaha taksi dan pengurus koperasi di Ruang Rapat Kerthasabha, Jayasabha, Kamis (14/5).

Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat langkah percepatan elektrifikasi transportasi di Bali.

Dalam arahannya, Koster menekankan pentingnya sektor transportasi dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Ia menegaskan, sistem transportasi harus tertib, modern, dan ramah lingkungan.

“Saya ingin mendengar langsung keluhan dan masukan agar kita bisa mengantisipasi bersama,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Bali sendiri telah memiliki landasan hukum melalui Pergub Nomor 48 Tahun 2019 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Kebijakan ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam.

“Lingkungan bersih dan udara bersih adalah kebutuhan kita. Karena itu kendaraan listrik harus terus didorong,” tegas Koster.

Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Kadek Mudarta, menambahkan Bali menjadi satu-satunya provinsi yang merespons percepatan kendaraan listrik dengan regulasi dan rencana aksi daerah KBLBB 2022–2026.

Hingga Maret 2026, tercatat 14.318 unit kendaraan listrik beroperasi di Bali, dengan sebaran terbesar di Denpasar dan Badung.

Dishub Bali juga menyiapkan roadmap elektrifikasi taksi dengan target penambahan lebih dari 3.000 unit kendaraan listrik hingga 2030.

Program ini membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pembiayaan, penyediaan SPKLU, hingga peningkatan kompetensi teknisi.

Dukungan datang dari Ketua DPD Organda Bali, I Nyoman Arthaya, yang menyambut baik program peremajaan armada menjadi kendaraan listrik.

Pihaknya juga menyoroti perlunya penertiban angkutan ilegal serta penataan jalur masuk angkutan barang ke Denpasar dan Badung Selatan.

Ketua Koperasi Taksi Ngurah Rai Bali, I Kadek Ari Sucipta, menyampaikan pihaknya sudah mulai beralih ke kendaraan listrik sejak G20.

Tahun ini, koperasi menargetkan 25 persen armada taksi beralih ke listrik, meski prosesnya masih bertahap karena keterbatasan fasilitas dan pembiayaan.

Ia berharap adanya dukungan pemerintah maupun kerja sama dengan BUMN untuk membantu pengemudi dalam pengadaan kendaraan listrik.

Dengan berbagai masukan tersebut, rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi Bali untuk mempercepat transformasi transportasi menuju sistem yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.***

Berita Lainnya

Terkini