Turis di Pantai Bali Habiskan 5 Juta Botol Bir

7 April 2015, 01:09 WIB

Kuta%2BBali

Kabarnusa.com – Wisatawan asing yang berlibur di pantai-pantai di Pulau Bali diperkirakan menghabiskan minuman beralkohol rendah seperti bir mencapai 5 juta botol perbulannya.

Ketua Asosiasi Distributor Minuman Beralkohol Golongan A Bali Frendy Karmana menyayangkan Permendag No.6/2015 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minol yang melarang penjualan minol gol A di warung atau minimarket.‬ 

Aturan itu, dapat memutus mata rantai perdagangan dan bukan sebuah jawaban bagi permasalahan yang terjadi.‬

Dia menambahkan bahwa minuman bir sudah menyatu dengan pengecer dan keuntungan dari bir tidak bisa dipandang sebelah mata saja karena bir ini sangat berpengaruh sekali dengan pedagang pengecer.‬

“Kami harap aturan yang dibuat lebih bijaksana. 78% pedagang kami adalah pengecer. Jadi kami harapkan mereka tidak sangat rugi karena berdampak sekali kepada kehidupan mereka,” lanjutnya.‬

Selama ini ada sekitar 4 sampai 5 juta botol bir yang tersebar di seluruh kawasan wisata pantai di Bali. Konsumennya adalah wisatawan asing.

Dari jumlah itu, hampir 70 sampai 80 persen yang minum adalah wisatawan asing yang sedang berjemur, sedang surfing, sedang menikmati pantai.

“Bir dan wisatawan itu satu. Bayangkan saja kalau tidak ada bir. Pasti pada kabur semua bulenya,” ujarnya. Untuk pihaknya meminta agar Bali ada pengecualian karena pertimbangan pariwisata dan adat.

Pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan RI No 6 Tahun 2015 terutama soal larangan penjualan minuman beralkohol golongan 1 mengancam para pedagang bir di seluruh kawasan wisata pantai di Bali.

Rencananya, pemberlakukan Permendag tersebut pada pertengahan April ini. Bila Permendag itu berlaku maka sudah dipastikan akan ada ribuan pedagang asongan, pedagang bir yang beroperasi di seluruh pantai di Bali akan kehilangan mata pencahariannya.

“Bayangkan, setiap hari mereka biasa mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 100 sampai 200 ribu. Kalau dapat rezeki bisa dapat tip dari tamu.

Selain ancamanan bagi ribuan pedagang kecil, Asosiasi Distributor Minuman Beralkohol Golongan A Bali menyatakan omzetnya menurun 50% lebih pada Maret hingga awal April ini. (kto)

Artikel Lainnya

Terkini