Malioboro Kini Punya ‘Wajah Baru’: Becak Listrik Ramah Lingkungan Resmi Mengaspal

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan kehadiran becak listrik ini adalah bentuk perhatian negara bagi para penarik becak di akar rumput.

17 Juli 2026, 20:09 WIB

Yogyakarta– Kawasan ikonik Malioboro kini semakin modern dan ramah lingkungan. Pada Kamis (16/7/2026),

Pemerintah resmi meluncurkan program Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) dan Pasar Rakyat Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Alun-Alun Kidul, Yogyakarta.

Program ini bukan sekadar inovasi transportasi biasa. Proyek Bekalista merupakan hasil kolaborasi ciamik antara Kementerian Keuangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan siswa-siswa kreatif dari SMK Negeri 3 Yogyakarta yang merancang hingga merakit becak ini 100 persen secara lokal.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam sambutannya menekankan kehadiran becak listrik ini adalah bentuk perhatian negara bagi para penarik becak di akar rumput.

“Bagi wisatawan mungkin hanya perjalanan singkat 10-20 menit, tapi bagi penarik becak, ini adalah napas bagi kebutuhan dapur dan biaya sekolah keluarga mereka,” ujar Purbaya.

Ia juga sempat melontarkan candaan hangat yang mencairkan suasana saat mengapresiasi kerja keras para siswa SMK dalam menyiapkan stasiun pengisian daya hingga bengkel perawatan.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik inisiatif ini.

Menurutnya, modernisasi becak bukan berarti melupakan tradisi, melainkan wujud kepedulian agar fisik pengemudi tidak lagi terkuras habis oleh tenaga manual.

“Tradisi harus didukung teknologi agar pengemudinya tetap berdaya dan sejahtera. Ini adalah upaya menjaga keselarasan antara manusia, lingkungan, dan kebudayaan,” jelas Sultan.

### Tukar “Becak Motor” dengan “Becak Listrik”

Untuk mendukung visi Malioboro sebagai zona rendah emisi, pemerintah menerapkan mekanisme unik bernama *scraping*. Setiap pengemudi yang menerima hibah becak listrik wajib menyerahkan becak motor lamanya untuk dihancurkan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan peralihan menuju transportasi yang lebih bersih berjalan secara bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 15 unit dari total 80 unit hibah telah diserahkan kepada para pengemudi yang tergabung dalam koperasi setempat.

Dinas Perhubungan DIY memastikan setiap unit Bekalista telah melalui verifikasi teknis yang ketat sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga aman untuk digunakan oleh wisatawan maupun pengemudi.

Acara peluncuran pun ditutup dengan aksi menarik: Menkeu Purbaya dan Sri Sultan HB X mencoba langsung menaiki unit Bekalista di sekitar lokasi, menandai dimulainya era baru transportasi wisata yang lebih tertib, bersih, dan manusiawi di Yogyakarta. ***

Berita Lainnya

Terkini