Warga Bali Peduli Kualitas Udara Dukung Program Langit Biru

13 Oktober 2020, 17:30 WIB

Mengutip dari www.iqair.com, situs yang menampilkan kualitas udara di
berbagai kota dunia, sepekan sebelum Program Langit Biru Bali
dijalankan, tercatat indeks kualitas udara di Denpasar rata-rata di
angka 67,5./ist

Denpasar – Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina
Pemasaran Regional Jatimbalinus, Rustam Aji menyampaikan Melalui Program
Langit Biru peningkatan konsumsi nahan bakar bentuk yang lebih berkualitas
merupakan kepedulian masyarakat akan manfaat kualitas udara yang lebih bersih
dan lebih baik.

“Bali sebagai barometer pariwisata Indonesia, dan destinasi ternama di dunia
mendapat dukungan dari masyarakatnya untuk menjadi pelopor penerapan Program
Energi Bersih yang berujung meningkatnya kualitas udara dan lingkungan,” ujar
Rustam.

Mengutip dari www.iqair.com, situs yang menampilkan kualitas udara di berbagai
kota dunia, sepekan sebelum Program Langit Biru Bali dijalankan,
tercatat indeks kualitas udara di Denpasar rata-rata di angka 67,5.

Sedangkan pada minggu pertama September kemarin, tercatat indeks kualitas
udara di Denpasar rata-rata di angka 51. Bahkan rata-rata seminggu akhir
September, rata-rata indeks kualitas udara di angka 48 (semakin kecil, udara
semakin bersih atau kualitas lebih baik).

Sementara kualitas udara yang setara juga terekam di Kabupaten Gianyar, di
pekan kedua Bulan Oktober ini, rerata kualitas udara di kabupaten tersebut
berkisar di angka 46.

Dua wilayah ini, Kota Denpasar dan Kab. Gianyar menjadi percontohan penerapan
program Langit Biru dari Pertamina yang mendukung upaya Pemerintah Daerah
untuk menerapkan pemanfaatan energi bersih di Provinsi Bali.

Di Kota Denpasar yang sudah lebih awal dimulai Program Langit Biru (sejak
Bulan Juli), tren konsumsi BBM masyarakat akan pemilihan produk BBM yang lebih
ramah lingkungan masih terus meningkat.

Proporsi konsumsi produk Premium sebelum bergulirnya program ini sebesar 28
persen dari total seluruh produk gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan
Pertamax Turbo) atau sekitar 114 Kilo Liter (KL) dari konsumsi keseluruhan
produk yang sebanyak 408 KL perhari.

Setelah Program Langit Biru bergulir, perbandingan konsumsi produk Premium di
Kota Denpasar hanya tinggal 8,5 persen atau sebanyak 42 KL dari total konsumsi
seluruh produk gasoline di wilayah tersebut yang perharinya dilayani oleh
Pertamina sebanyak 490 KL.

Hal ini seiring dengan meningkatnya konsumsi produk Pertalite yang naik
proporsinya dari 53 persen menjadi 75 persen sampai dengan pekan kedua di
Bulan Oktober.

Pertamina dalam menjalankan operasi bisnisnya terus berupaya untuk memberikan
edukasi kepada pelanggan akan pilihan produk yang tepat untuk kendaraannya
melalui berbagai program promo saat bertransaksi di SPBU.

“Pelanggan pengguna Pertamax dapat menghemat Rp.250,- per liter, dengan
bertransaksi via aplikasi MyPertamina dan secara otomatis mendapatkan kupon
undian Berbagi Berkah MyPertamina lebih banyak dari pelanggan yang
bertransaksi secara tunai, kemudian kemudahan untuk melakukan penukaran kupon
untuk mengikut undian juga dapat dilakukan melalui aplikasi secara cepat,”
tutup Rustam. (lif)

Artikel Lainnya

Terkini