Warga Bali Protes Selisih Harga BBM Premium

20 Januari 2015, 18:02 WIB
iliustrasi BBM @2015

Kabarnusa.com – Data dilansir Lembaga Konsumen Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali menyebutkan sebanyak 1000 warga di Bali menyampaikan keluhan dan protes selisih harga paska kebijakan penurunan harga BBM.

Sehari paska kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 19 Januari lalu, justru menuai protes warga di Bali. Protes itu didasari harga BBM di Bali yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Tanah Air.

Untuk harga BBM jenis premium, selisih harga mencapai Rp400. Harga premium di Bali Rp7000/liter, sementara di daerah lain hanya Rp6600/liter. Jumlah krama Bali yang mengeluhkan perbedaan harga BBM tersebut mencapai 1000 orang.

“Pengaduan yang disampaikan kepada kami mencapai 1000 orang,” ungkap Direktur YLPK Bali I Putu Armaya kepada wartawan di Denpasar, Selasa (20/1/2014).

Warga prihatin atas ketidakadilan harga BBM tersebut. Bali sebagai bagian dari NKRI seharusnya menikmati keadilan yang sama seperti warga negara di daerah lainnya di Indonesia.

“Rakyat Bali tidak mau membeli premium berbeda dengan daerah lainnya, apalagi Bali merupakan wilayah NKRI. Mereka  sangat kecewa dengan perbedaan harga tersebut,” tegas Armaya.

Diketahui, tingginya harga BBM di Bali karena Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di Bali sebesar 10 persen. PBBKB itu sudah ditetapkan dalam Perda provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

PBBKB itu lebih tinggi dari PBBKB di daerah lain yang hanya sebesar 5 persen. PBBKB ini menjadi salah satu komponen penghitungan harga BBM.

Satu-satunya solusi agar harga BBM di Bali sama dengan daerah lainnya di Indonesia dengan merevisi Perda tersebut dengan menurunkan PBBKB menjadi 5 persen. “Kami mendesak gubernur dan DPRD segera merevisi Perda tersebut,” imbuhnya. (kto)

Berita Lainnya

Terkini