XL Axiata Pastikan Karyawan Area Yogyakarta Tidak Tertular Covid-19

14 Oktober 2020, 22:42 WIB

Ilustrasi/dok.

Yogyakarta – Pihak manajemen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memastikan
tidak ada satu pun karyawan di area Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya,
termasuk Kabupaten Sleman, yang terpapar virus corona atau Covid-19.

Konfirmasi disampaikan menyusul ditemukannya kasus tertularnya sejumlah
karyawan perusahaan mitra XL Axiata yang berlokasi di wilayah Kabupaten Sleman
yang positif Covid-19 awal pekan ini.

Meskipun memiliki hubungan kemitraan, namun kedua perusahaan tidak dalam satu
manajemen, karena itu pula karyawan perusahaan tidak di bawah manajemen XL
Axiata, kantor keduanya juga terpisah.

Group Head Area Central Region XL Axiata Rd. Sofia Purbayanti, menegaskan, “XL
Axiata sejak awal berjangkitnya pandemi ini telah menerapkan sistem monitoring
yang ketat terhadap kondisi kesehatan setiap karyawannya yang tersebar di
seluruh Indonesia.

Protokol kesehatan juga selalu kami terapkan secara ketat sesuai regulasi yang
berlaku, baik nasional maupun di setiap daerah tempat kantor kami berada.

“Protokol kesehatan mengikat semua karyawan, baik yang masih harus bekerja di
kantor maupun di rumah. Protokol juga kami terapkan dalam memastikan kondisi
keamanan kantor dan semua fasilitas kerja kami,” Sofia menambahkan.

Terkait kasus yang terjadi di Yogyakarta di atas, pada tanggal 13 Oktober
2020, Dinas Kesehatan Sleman telah menginspeksi secara langsung XL Center
Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Laksda Adi Sucipto no.163, lantai 1,
Sleman.

“Juga telah dilakukan wawancara dengan petugas facility management kantor,”
imbuhnya dalam rilis Rabu (13/10/2020). Hasilnya, XL Center Yogyakarta
dinyatakan aman dan sudah menjalankan protokol kesehatan sesuai yang
dianjurkan oleh pemerintah.

Terkait kasus Covid-19 yang terjadi ini, berikut ini beberapa hal penting yang
manajemen XL Axiata sampaikan. Perusahaan mitra XL Axiata yang berkantor di
Sleman, di mana sejumlah karyawannya ditemukan positive Covid-19, menangani
layanan call center untuk pelanggan dan masyarakat.

Kedua, Lingkup kerja layanan call center yg dilakukan perusahaan tersebut
tidak berhubungan / beinteraksi fisik secara langsung dengan pelanggan. Mereka
menghubungi pelanggan melalui telepon.

Ketiga, sektor telekomunikasi merupakan salah satu sektor vital selama
pandemi, yang membutuhkan dukungan operasional selama 24 jam penuh, termasuk
untuk layanan call center.

XL Axiata selalu memastikan layanan call center tetap beroperasi secara normal
untuk memberikan layanan kepada masyarakat.

Keempat, XL Axiata terus melakukan koordinasi dengan manajemen perusahaan
mitra tersebut dan juga Dinas Kesehatan Sleman untuk memastikan seluruh
protokol kesehatan dipatuhi sesuai dengan anjuran pemerintah.

XL Axiata juga memprioritaskan kesehatan para agen yang ternaung dalam mitra
dengan memberikan support kesehatan baik fisik maupun mental dengan melakukan
tatakelola sesuai regulasi, serta pemberian vitamin dan dukungan lainnya.

Kelima tanggal 5 Oktober 2020, XL Axiata sudah melaksanakan sterilisasi kantor
dan disinfektan menyeluruh, serta melakukan tes kesehatan kepada semua
karyawan yang bertugas di wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya, termasuk di
Sleman.

Hasilnya, semua karyawan XL Axiata tidak ada yang reaktif Covid-19.

Keenam pada 13 Oktober 2020, Dinas Kesehatan Sleman telah menginspeksi secara
langsung XL Center Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Laksda Adi Sucipto
no.163 (Lt.1), Sleman.

Hasilnya, XL Center Yogyakarta dinyatakan aman dan sudah menjalankan protokol
kesehatan sesuai yg dianjurkan oleh pemerintah.

Ketujuh, XL Axiata berkomitmen untuk terus menerapkan protokol kesehatan
secara ketat kepada setiap karyawan dan mitra kerja guna mencegah penularan
Covid-19, baik di dalam maupun di luar lingkungan perusahaan.

Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat dalam pelayanan pelanggan di
XL Center di seluruh Indonesia, termasuk di XL Center Yogyakarta.

XL Axiata telah menerapkan tatacara baru di pusat layanan pelanggan untuk
mengurangi interaksi langsung pelanggan dengan petugas dan perangkat layanan
lainnya.

Dari saat datang, pelanggan diminta mencuci tangan, menggunakan masker, dan
mendapatkan nomor antrian melalui SMS.

Dengan menggunakan nomor antrian melalui SMS, pelanggan bisa memperkirakan
waktu menunggu giliran mendapatkan pelayanan petugas, sekaligus mengurangi
penumpukan pelanggan di ruang tunggu.

Meja layanan juga disekat dengan kaca akrilik yang membatasi petugas dengan
pelanggan. Selain itu, penyemprotan disinfektin juga dilakukan setiap hari.
(rhm)

Artikel Lainnya

Terkini