Yogyakarta -Kawasan Jalur Jalan Lainnya dan Pantai Selatan (Pansela) DIY yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah minim sinyal kini resmi menikmati layanan internet gratis berkecepatan 100 Mbps di 24 titik strategis sejak 2 September 2026.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadirkan fasilitas ini guna mengatasi kendala komunikasi yang selama ini menghambat aktivitas warga pesisir dan wisatawan.
Kepala Bidang Layanan Teknologi Informatika (LTI) Dinas Kominfo DIY, Mohamad Zainuri, menjelaskan penentuan lokasi pemasangan dilakukan secara strategis berdasarkan usulan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Fasilitas tersebut mencakup kebutuhan keselamatan di kawasan pantai oleh Satpol PP, area pelabuhan perikanan, hingga ruang publik bagi masyarakat lokal.
“Fokus kami adalah membuka aksesibilitas. Internet gratis ini dipasang di titik-titik strategis usulan OPD seperti Satpol PP untuk keselamatan pantai, Dinas Kelautan untuk pelabuhan perikanan, hingga area publik tempat warga lokal mengadu nasib. Kami ingin masyarakat pesisir punya alat yang sama untuk maju,” ujar Zainuri.
Sebanyak 24 titik akses internet tersebut tersebar di dua kabupaten, meliputi delapan titik di Kabupaten Bantul seperti Pantai Parangtritis dan Pantai Depok, serta 16 titik di Kabupaten Gunungkidul seperti Pantai Timang, Sadeng, dan Krakal.
Pemda DIY juga mengintegrasikan layanan kamera pengawas (CCTV) melalui laman resmi guna mendukung aspek keselamatan serta penyebaran informasi wisata secara real-time.
Dampak positif dari kehadiran fasilitas digital ini langsung dirasakan oleh masyarakat setempat dalam aktivitas sehari-hari maupun pengembangan usaha mikro.
Dukuh Putat, Desa Songbanyu, Girisubo, Gunungkidul, Slamet Sutrisno, mengungkapkan bahwa warga kini tidak lagi mengalami kesulitan saat harus berkoordinasi darurat ketika terjadi kendaraan wisatawan yang bermasalah.
“Sebelum ada Wi-Fi dari Kominfo DIY, kalau ada wisatawan yang kendaraannya mogok, kami kebingungan setengah mati untuk menghubungi keluarga mereka. Pedagang kecil kalau kehabisan stok es atau bahan jualan juga harus pulang jauh ke rumah,” tutur Slamet.
Selain mempermudah komunikasi, jaringan internet berkecepatan tinggi ini turut mendorong perputaran ekonomi lokal di kawasan pesisir.
Para pedagang tradisional kini mulai mengadopsi sistem pembayaran nontunai menggunakan QRIS dan dompet digital untuk melayani para wisatawan yang berkunjung.
Awalnya wong dusun ya tidak paham, tahunya cuma bayar cash. Tapi begitu ada Wi-Fi, anak-anak muda dan wisatawan mulai tanya ‘Mas, bisa barcode tidak?’.
“Dari situ warga penasaran dan belajar. Bahkan ada yang minta diajari anak-anak muda Pokdarwis cara daftar QRIS atau dompet digital. Transaksi sekarang jadi jauh lebih lancar,” tambah Slamet.
Ke depan, Pemda DIY berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur konektivitas kawasan selatan guna mendukung pencapaian Misi Kedua RPJMD DIY 2022–2027. Pihak Dinas Kominfo DIY juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak swasta agar jangkauan jaringan digital di wilayah pesisir semakin luas dan merata.***

