Yogyakarta — Minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api menuju dan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) terus menunjukkan tren positif. PT KAI Bandara mencatat layanan KA YIA Reguler (PSO) telah melayani sebanyak 1.230.728 penumpang sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.
Capaian tersebut mengalami kenaikan sekitar 2,97 persen secara tahunan (year-on-year) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, yakni sebanyak 1.195.258 penumpang.
Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, mengungkapkan pertumbuhan angka penumpang ini mengindikasikan semakin tingginya kepercayaan publik terhadap transportasi massal yang aman dan tepat waktu.
Pasalnya, selain mempermudah akses penumpang pesawat menuju bandara, keberadaan KA YIA PSO kini bergeser menjadi salah satu tulang punggung mobilitas harian warga lokal, khususnya di kawasan Wates, Kulon Progo, dan sekitarnya menuju pusat Kota Yogyakarta.
“Pertumbuhan penumpang KA YIA PSO menunjukkan bahwa layanan kereta api tidak hanya berperan sebagai moda transportasi menuju bandara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari,” ujar Porwanto dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).
Ia menjelaskan, keterhubungan rute antara Wates, Yogyakarta, dan Bandara YIA memiliki peran yang sangat strategis dalam menopang penggerak roda ekonomi serta sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Melalui integrasi antarmoda dan keterjangkauan tarif yang ditawarkan, pihak KAI Bandara berharap masyarakat memiliki alternatif perjalanan yang andal untuk bekerja maupun berwisata.
“Kami melihat konektivitas Wates menuju pusat Kota Yogyakarta dan Bandara YIA sebagai bagian penting dari ekosistem transportasi di DIY. Melalui layanan KA YIA PSO, kami ingin memastikan masyarakat memiliki pilihan transportasi publik yang mudah diakses dan terjangkau, sehingga perjalanan untuk bekerja maupun bepergian semakin mudah,” jelas Porwanto.
Lebih lanjut, dengan hadirnya integrasi antarmoda dan tarif yang terjangkau, Porwanto berharap langkah ini dapat terus menekan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan pribadi di koridor Yogyakarta–Kulon Progo.
Ke depan, manajemen KAI Bandara berkomitmen untuk konsisten melakukan evaluasi serta pembenahan operasional guna meningkatkan kenyamanan dan pengalaman para pengguna jasa layanan kereta bandara.***

