Buleleng – Lomba Perahu Layar Mini di Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali, mencatat lonjakan peserta yang signifikan pada 2026. Sebanyak 1.250 peserta dari Bali hingga Banyuwangi, Jawa Timur, akan ambil bagian dalam perlombaan yang digelar pada 25-26 Juli 2026.
Jumlah itu meningkat lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya diikuti sekitar 400 peserta.
Lonjakan peserta tersebut diperkirakan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Lovina. Sebab, sebagian peserta datang dari luar daerah dan harus menginap selama perlombaan berlangsung.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, ajang tersebut mulai menunjukkan efek terhadap pergerakan wisatawan di Bali Utara.
“Kami harapkan dengan Lovina Festival ini kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Lovina semakin meningkat. Peserta lomba perahu layar mini bukan hanya dari Buleleng, tetapi juga dari luar Bali seperti Banyuwangi. Karena berlangsung dua hari, tentu mereka akan menginap,” ujar dia, Kamis (23/7/2026).
Menurut dia, sejumlah wisatawan yang sudah berada di Lovina bahkan memilih memperpanjang masa tinggal untuk mengikuti rangkaian kegiatan festival.
“Lovina sekarang sudah berubah. Ada tamu yang memperpanjang masa menginap untuk menikmati Lovina Festival. Ini menjadi promosi tidak langsung bagi wisatawan yang datang ke Lovina,” katanya.
Salah satu faktor yang diduga mendorong membludaknya peserta adalah kenaikan total hadiah perlombaan. Jika pada 2025 hadiah yang disediakan sekitar Rp 15 juta, tahun ini nilainya meningkat menjadi hampir Rp 38 juta dengan hadiah utama Rp 8 juta.
Pelaku pariwisata sekaligus panitia kegiatan, Nyoman Arya Astawa, mengatakan antusiasme peserta di luar perkiraan panitia.
“Tahun lalu persiapannya sangat mepet, tetapi pesertanya hampir 400 orang. Tahun ini kami rangkaikan dengan Lovina Festival dan hadiah juga kami tingkatkan. Ternyata antusiasme peserta luar biasa, bahkan banyak yang datang dari luar Bali seperti Banyuwangi,” ujarnya.
Lomba Perahu Layar Mini merupakan kompetisi perahu rakitan yang bergerak menggunakan tenaga angin. Seluruh peserta akan bertanding dengan sistem gugur.
Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada hari pertama, sedangkan final digelar pada hari kedua di perairan Pantai Lovina.
Meningkatnya jumlah peserta dalam waktu satu tahun menunjukkan perlombaan tradisional tersebut mulai berkembang menjadi salah satu agenda yang menarik minat peserta dari luar Bali. ***

