Belajar dari Bali, Wakatobi Siap Angkat Produk Lokal ke Panggung Dunia

26 Agustus 2026, 22:46 WIB

Denpasar — Bali kembali menjadi sumber inspirasi bagi daerah lain. Bupati Wakatobi Haliana menyatakan ketertarikannya untuk menimba pengalaman langsung dari Bali, khususnya dalam kebijakan pemanfaatan produk lokal yang terbukti mampu mendukung perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pariwisata.

Haliana menyampaikan hal itu saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (26/8). Pertemuan ini membuka peluang kerja sama lebih luas antara kedua daerah dalam mengembangkan pariwisata dan produk lokal berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Koster memaparkan kebijakan Bali yang menata produk tradisional agar memiliki nilai tambah, salah satunya arak Bali. “Jangan dilarang, tapi kita atur,” tegas Koster.

Ia menekankan arak Bali kini mampu bersaing dengan produk minuman beralkohol kelas dunia, dengan tata kelola yang legal, aman, dan berpihak pada UMKM lokal.

Kebijakan ini sejalan dengan Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, yang melindungi sekaligus mengembangkan produk lokal seperti arak, brem, dan tuak.

Dampaknya nyata : arak Bali kini menjadi salah satu produk dengan penjualan tertinggi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Selain arak, Koster juga menyoroti potensi garam lokal Bali yang dinilai memiliki kualitas unggul dan layak dikembangkan sebagai produk kebanggaan daerah.

Ia mendorong Wakatobi untuk memperkuat paket pariwisatanya dengan objek yang jelas, hotel, restoran, dan destinasi yang berkualitas. “Harus ada paket wisata yang menarik agar kunjungan wisatawan ke Wakatobi semakin meningkat,” ujarnya.

Bupati Haliana menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan Wakatobi kini memiliki penerbangan langsung ke Bali dua kali sepekan, sebuah peluang besar untuk mempererat hubungan pariwisata dan ekonomi antara kedua daerah.

“Program yang bagus di Bali bisa kita implementasikan juga di Wakatobi,” katanya. Haliana mengakui Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berhasil menata produk lokal hingga menembus pasar internasional.

Wakatobi ingin belajar dari pengalaman Bali untuk mengadaptasi pola serupa sesuai dengan potensi daerahnya. “Kami akan studi banding terkait pemanfaatan produk lokal,” ujarnya.

Dengan pengalaman Bali sebagai pionir dalam menata produk tradisional, Wakatobi melihat peluang besar untuk mengangkat kekayaan lokalnya agar tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari panggung dunia.***

Berita Lainnya

Terkini