Denpasar Fashion Festival 2020 Dukung Kreativitas UKM

27 Desember 2020, 10:44 WIB

Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra selaku Ketua Dekranasda Kota
Denpasar/ist

Denpasar – Dalam rangka mendukung kreativitas Usaha Kecil Menengah
(UKM) digelar Denpasar Fashion Festival (DFF) Tahun 2020 secara virtual.
Kegiatan juga untuk memeriahkan Denpasar Festival ke-13 Tahun 2020.

Juga dihelat talkshow bertema “Harmonisasi Industri Fashion Berbasis Budaya
Bali di Era Industri 4.0” dihelat di Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar,
Sabtu (26/12/2020).

Dalam Talkshow ini mengupas berbagai hal seputar fashion dengan mengusung
produk lokal dari perpaduan kreativitas, inovasi, dan bisnis bertema
“Harmonisasi Industri Fashion Berbasis Budaya Bali di Era Industri 4.0”.

Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra selaku Ketua Dekranasda Kota Denpasar serta
Ketua Jurusan Desain Mode ISI Denpasar, Dr. Tjokorda Istri Ratna Cora
Sudharsana, S.Sn.,M.Si dan Kaprodi Desain Mode IDB Bali, Sri Utami, dihadirkan
sebagai pembicara.

Seluruh rangkaian DFF 2020 dan juga Talkshow ini akan ditayangkan pada Selasa,
29 Desember 2020 pada Pukul: 19.00 WITA di Akun Youtube: Kreativi Denpasar.

Selly selaku Ketua Dekranasda Kota Denpasar mengatakan Kota Denpasar sebagai
Kota Fashion karena dengan Kota Denpasar yang minim Sumber Daya Alam maka dari
itu upaya meningkatkan nilai Sumber Daya Manusia melalui kreativitas tanpa
batas dan inovasi berkelanjutan.

“Kia boleh mengikuti trend namun jangan sampai melupakan akar budaya,” Selly
menegaskan.

Diangkatnya endek sebagai bahan fashion sudah dilakukan sejak jaman Prof. IB
Mantra sebagai Gubernur Bali, dimana saat PKB pertama kali digelar mengangkat
endek yang dulunya hanya dipakai golongan tertentu.

Sementara pada Denfest yang pertama, saya punya keinginan memperkenalkan endek
kembali dimana saat itu di era tahun 2000 an justru sempat booming kain jenis
songket.

Diperkenalkannya endek karena endek adalah kain tradisional yang perlu
dikembangkan untuk semakin dikenal luas. Untuk itulah diperlukan terus inovasi
sehingga bisa go internasional.

Dari ribuan UKM yang dibina oleh Dekranasda Kota Denpasar terus mengembangkan
ragam motif dan desain dengan memonitoring dan evaluasi untuk menyelesaiakan
permasalahan yang dialami pelaku UKM.

Melakukan pendekatan juga dengan Perbankan agar mempermudah pelaku UKM dalam
mendapatkan KUR. Diberi juga kesempatan pada pelaku UKM untuk berpameran di
daerah hingga keluar negeri menambah wawasan para pelaku UKM.

“Dicetusnya Denpasar Fashion Festival sejak 2018 bertujuan untuk menggali dan
mendukung UKM untuk terus berkreativitas dan menjadi kiblat bagi para
perancang dan juga mengenalkan endek ke masyarakat agar lebih dikenal.

“Tidak hanya designer Denpasar tapi kita buka kesempatan untuk designer dari
daerah lain di Bali,” imbuhnya.

Programnya menyasar generasi muda guna memperkenalkan ke teman sebayanya.
Dengan pemilihan duta endek juga endek mulai dikenal dan dipakai oleh generasi
muda sesuai dengan style anak muda yang casual sehingga menghapus kesan endek
yang kaku.

“Selanjutnya pun designer muda Kota Denpasar diberi kesempatan ikut event-
event fashion nasional seperti Jakarta Fashion Week serta event fashion
internasional di Paris serta New York untuk memperkenalkan kreasi busana endek
disana,” ungkap Selly. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini