FISHUM Discussion Angkat Peran Kader HMI Dalam Demokrasi

24 April 2026, 12:44 WIB

Denpasar – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar Komisariat FISIP-Hukum menggelar kegiatan “FISHUM Discussion”  di Rumah Rakyat Coffee & Working Space, Denpasar, pada Rabu sore (22/04/2026).

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kader HMI di lingkup Cabang Denpasar, tetapi juga dihadiri oleh rekan-rekan organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus serta beberapa perwakilan organisasi internal kampus. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadikan forum diskusi berlangsung dinamis dan memperlihatkan semangat kolektif mahasiswa dalam merespons persoalan demokrasi dewasa ini.

FISHUM Discussion kali ini mengangkat tema “Insan Cita dan Demokrasi: Dalam Tegangan Idealisme, Nilai, dan Sikap Sebagai Kader HMI”. Tema tersebut dipilih sebagai upaya untuk mengajak kader HMI melakukan refleksi terhadap posisi dan perannya di tengah situasi demokrasi yang kian kompleks.

Dalam forum tersebut, Ketua BEM UGM Periode 2025, Tiyo Ardianto, hadir sebagai pemantik diskusi. Sebagai kader HMI, Tiyo memulai diskusi dengan memetakan problematika idealisme kader di tengah kondisi demokrasi Indonesia pasca-Reformasi, khususnya dalam lanskap politik 2024–2026 yang ditandai dengan menguatnya politik dinasti, penyempitan ruang sipil, serta normalisasi pragmatisme politik.

Tiyo menjelaskan bahwa kondisi tersebut menciptakan “ruang tegangan” bagi kader HMI. Di satu sisi, Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) dan konsep Insan Cita menuntut kader untuk tetap menjadi kekuatan moral dan agent of social control yang menjaga integritas serta etika publik. Namun di sisi lain, realitas gerakan mahasiswa hari ini kerap menunjukkan pergeseran orientasi ke arah politik praktis, akses kekuasaan, dan kepentingan jangka pendek yang berpotensi menggerus idealisme organisasi.

Diskusi kemudian berfokus pada tiga pokok utama. Pertama, dimensi idealisme, yakni bagaimana kader HMI menjaga kemurnian gagasan dan independensi sikap di tengah tekanan pragmatisme organisasi maupun politik. Kedua, dimensi nilai, yaitu bagaimana Nilai-Nilai Dasar Perjuangan dapat diaktualisasikan secara konkret dalam merespons isu-isu demokrasi kontemporer. Ketiga, dimensi sikap, yakni strategi yang harus dibangun kader HMI agar tetap mampu hadir di ruang publik tanpa kehilangan identitas intelektual dan independensi etisnya.

Melalui kegiatan ini, HMI Cabang Denpasar Komisariat FISIP-Hukum berharap FISHUM Discussion tidak hanya menjadi ruang bertukar pikiran, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi kader HMI untuk kembali meneguhkan perannya sebagai agen perubahan. Di tengah tantangan demokrasi hari ini, kader HMI diharapkan mampu hadir dengan sikap kritis, nilai yang kuat, dan keberanian untuk berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang diskusi yang inklusif, progresif, dan relevan dengan persoalan kebangsaan serta dinamika gerakan mahasiswa.***

Berita Lainnya

Terkini