Denpasar – Malam penutupan Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, menjadi panggung penuh haru dan kebanggaan.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyerahkan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 sosok seniman, budayawan, dan pengabdi seni yang telah mendedikasikan hidupnya bagi denyut nadi kebudayaan Bali.
Mereka adalah para maestro yang menjaga nyala tradisi: mulai dari Cokorda Putra, ST., M.Si (Seniman Tari), I Nyoman Artana A.Ma, Pd (Seniman Undagi), I Ketut Tarka (Seniman Kerawitan), I Wayan Juana Adi Saputra, S.Sn (Seniman Tari), Wayan Arnawa (Seniman Seni Rupa), Jro Made Sariani (Seniman Drama Gong), I Putu Manudipa (Seniman Sastra Daerah), I Dewa Gede Darmayasa, S.Skar., M.Fil.H (Seniman Kerawitan), I Gusti Ngurah Artawan, S.Sn (Seniman Pedalangan), Ni Made Kinten (Seniman Tari), I Dewa Gede Alit Saputra (Sastrawan), hingga Dr. I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn (Seniman Kerawitan).
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan penghargaan ini simbol dan bentuk nyata apresiasi. Setiap penerima dianugerahi bantuan dana sebesar Rp50 juta sebagai wujud dukungan agar karya seni Bali terus berkelanjutan.
“Gubernur tidak bisa mencipta karya seni, hanya bisa membuat kebijakan. Tetapi kebijakan tanpa pelaku seni tidak akan berarti apa-apa. Karena itu, kita harus berterima kasih kepada para seniman yang menjaga dan memajukan budaya Bali,” ujar Koster penuh ketulusan.
Ia juga menekankan empat unsur penting yang bersinergi : pencipta karya seni, pelaku seni yang menari dan menabuh, pemimpin yang mendukung lewat kebijakan, serta penonton yang memberi apresiasi.
Sinergi inilah yang membuat ekosistem budaya Bali tetap hidup. Menutup pidatonya, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu mengajak seluruh pemimpin di Bali untuk mencintai seni secara utuh.
“Membangun Bali berarti membangun ekosistem budaya. Dorong seniman kita agar terus berkarya, karena dari tangan merekalah Bali tetap bersinar,” tegasnya.
Adi Sewaka Nugraha merupakan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Provinsi Bali di masa kepemimpinan Gubernur Wayan Koster.
Anugerah ini diberikan kepada para seniman, budayawan, dan pengabdi seni atas dedikasi serta pengorbanan mereka dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Bali.***

