Gubernur Koster Terima Bakti Inovasi Indonesia dari Menristek/BRIN RI

24 Desember 2020, 23:56 WIB

Badung – Gubernur Bali Wayan Koster menerima secara langsung penyerahan
produk Bakti Inovasi Indonesia untuk wilayah Provinsi Bali oleh Menteri Riset
dan Teknologi (Menristek) RI sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN) Bambang Brodjonegoro di Ballroom Nusantara, The Westin Resort, Nusa
Dua, Selasa (22/12/2020).

Penyerahan digelar usai acara Lokakarya Desa Berinovasi bertajuk “Bakti
Inovasi untuk Bali Kembali Bali Bernovasi”.

Sebagai Provinsi yang bertumpu dan mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
pada sektor pariwisata, Bali menjadi daerah paling terdampak secara ekonomi
akibat pandemi Covid-19.

Sehingga dengan adanya gelontoran inovasi-inovasi dari pemerintah pusat,
diharapkan mampu memacu ekonomi Bali.

Dari segi temanya saja sudah sangat simpati, kepedulian kepada Bali yang
sangat terdampak wabah Covid-19 terutama dunia pariwisata, yang menjadi sumber
utama perekonomian Bali.

“Saat situasi normal pariwisata normal, ekonomi Bali hidup bahkan diatas
rata-rata nasional. Saat ada gangguan-gangguan seperti saat ini, ekonomi Bali
pun melemah, itulah suka dukanya,” ujarnya.

Kedepan semoga pemerintah pusat ikut terus mendukung pemulihan Bali, seperti
halnya inovasi-inovasi yang dilaksanakkan saat ini.

Sedangkan menghadapi pandemi Covid-19 yang sifatnya global seluruh dunia,
pariwisata pun dikhawatirkan butuh waktu yang cukup lama, sehingga dibutuhkan
kebijakan-kebijakan inovatif baru untuk sektor lainnya.

Sebelum pandemi melanda, Gubernur Koster semenjak terpilih telah mengembangkan
kebijakan-kebijakan untuk membangun citra pariwisata Bali di mata wisatawan
internasional.

Seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai hingga mengurangi timbunan
sampah plastik dengan mengajak seluruh komponen masyarakat turun langsung
membersihkan lingkungan secara berkala, mengembangkan pemanfaatan energi baru
dan terbarukan yang ramah lingkungan, menjaga dan melestarikan sumber-sumber
mata air dan laut, dan sebagainya.

Program-program tersebut pun mampu mengangkat nama Bali, yang dibuktikan
dengan banyaknya apresiasi yang disampaikan duta-duta besar negara, bahkan
tingkat kunjungan wisatawan naik hingga 26% pada awal hingga akhir 2019
dibanding tahun sebelumnya.

“Terkendala pandemi ini, program-program yang sudah kami susun belum bisa
terealisasi di tahun 2020. Sehingga saat ini fokus untuk penanganan pandemi,”
sambungnya.

Menristek/BRIN RI Bambang Brodjonegoro memberikan pemparan dan melakukan
diskusi kelompok terarah dengan tema “Struktur dan Fundamental Pereknomian
Bali di Sektor Pariwisata, Pertanian, Kelautan, dan Industri” bersama dengan
Sestama Bapenas/PPN Himawan Hariyoga Djojokusumo.

COVID-19 memang berdampak besar bagi sektor pereknomian di Bali, namun
sebenarnya Bali masih menyimpan potensi pariwisata, pertanian, dan kelautan
yang besar.

“Saya optimis dengan kerja sama triple helix yang kuat antara pemerintah,
akademisi, dan industri, perekonomian di Bali dapat segera pulih dan bangkit
kembali,” tutupnya. (riz)

Artikel Lainnya

Terkini