Bandara Bali Gandeng ICAO Tingkatkan Kompetensi Personel Keamanan

ICAO Aviation Security National Instructors Course untuk meningkatkan kompetensi personel keamanan bandara sekaligus memperkuat kerja sama regional di bidang keamanan penerbangan.

12 Mei 2026, 10:39 WIB

MangupuraBandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terus memperkuat standar keamanan penerbangan. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) bersama ICAO (International Civil Aviation Organization) dan Kementerian Perhubungan menggelar ICAO Aviation Security National Instructors Course di Bali pada 4–8 Mei 2026.

Pelatihan internasional ini bertujuan meningkatkan kompetensi personel keamanan bandara sekaligus memperkuat kerja sama regional di bidang keamanan penerbangan.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menegaskan aspek keamanan adalah kunci dalam operasional kebandarudaraan.

“Sebagai pintu gerbang udara Bali dengan trafik lebih dari 24 juta penumpang per tahun, dibutuhkan personel keamanan berstandar internasional untuk memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini sejalan dengan Pilar People dalam Transformasi Perusahaan, yakni menghadirkan layanan personel kelas dunia.

“Personel keamanan bandara adalah garda terdepan pelayanan, sehingga peningkatan kompetensi mereka sangat relevan,” lanjutnya.

Pelatihan diikuti 23 peserta dari berbagai negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Vietnam, Makau, Tiongkok, Timor Leste, Maladewa, dan Kepulauan Solomon.

Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas keamanan penerbangan di tingkat nasional maupun regional.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi teknis dan instruksional dari instruktur ICAO.

Diharapkan, kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan di negara masing-masing, sekaligus meningkatkan kualitas pelatihan sesuai standar internasional.

Pihaknya berharap kerja sama dan pertukaran pengalaman antarnegara semakin erat, sehingga mampu menghadapi tantangan keamanan penerbangan yang terus berkembang.

Momentum ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem penerbangan global yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan profesionalisme,” tutup Nugroho Jati.***

Berita Lainnya

Terkini