Nagekeo– Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berpusat di laut Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut memicu dampak di wilayah sekitar.
Berdasarkan laporan pendahuluan Kodim Sikka, insiden ini berdampak di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia (terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan) serta satu orang mengalami luka-luka.
Saat ini, tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, dan Polri masih fokus melakukan proses evakuasi di lapangan, sementara proses verifikasi data korban terus berjalan.

Guncangan gempa dirasakan sangat kuat selama kurang lebih satu menit yang memicu kepanikan warga hingga berhamburan keluar rumah. Daerah-daerah yang merasakan guncangan kuat meliputi:
Kabupaten Nagekeo, Sikka, dan Manggarai Barat (NTT): BPBD setempat langsung berkoordinasi dengan instansi terkait menyusul adanya peringatan dini tsunami, serta mengarahkan evakuasi mandiri bagi masyarakat di kawasan pesisir.
Kota Bima (NTB) dan Sulawesi Selatan: Guncangan juga dirasakan di Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros, di mana warga turut menyelamatkan diri keluar rumah
Pascagempa utama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya beberapa aktivitas gempa susulan signifikan yang tidak berpotensi tsunami, antara lain:
Magnitudo 6,2 pada pukul 05.13.53 WIB
Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28.40 WIB
Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB
Magnitudo 5,5 serta rangkaian gempa susulan lainnya.
Hingga saat ini, BNPB bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait terus memantau situasi secara intensif serta memutakhirkan pendataan terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, untuk tetap tenang, mengikuti arahan resmi pemerintah daerah dan BMKG, serta menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa guna menghindari potensi bahaya susulan.
Masyarakat juga diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi instansi penanggulangan bencana.
Kuatnya guncangan gempa dirasakan oleh warga di Manggarai Nusa Tenggara Timur
M Kasim Ahmad (48), Ketua RT di kelurahan Mata Air, Reok, Manggarai NTT melaporkan situasi kekinian wilayahnya banyak rumah rusak parah dan warga tengah mengungsi di tempat aman.
“Kejadiannya gempa sangat dahsyat subuh tadi,” ujar Kasim saat dihubungi lewat sambungan telepon.
Pihaknya berharap pemerintah segera turun tangan membantu warga yang tempat tinggalnya rusak parah akibat gempa yang berpotensi terjadinya tsunami. ***

