Yogyakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) RI baru saja menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mempercepat swasembada pangan nasional.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah menerapkan hasil riset dan inovasi pertanian dari para akademisi UGM langsung ke lapangan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Dalam pertemuan dengan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, di Jakarta pada Senin (29/6/2026), Amran menekankan pentingnya menggunakan produk dalam negeri.
“Banyak hasil karya UGM yang bisa kita terapkan. Kalau bisa hasilkan bibit unggul sendiri, kenapa harus beli dari luar?” ujar Amran.
Pemerintah berkomitmen mendukung riset ini dengan mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 40 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan enam komoditas strategis, mulai dari kedelai non-GMO berukuran besar, bawang putih, pakan ternak, pupuk dari batu bara, hingga inovasi sapi perah.
Khusus untuk kedelai dan bawang putih, Kementan bahkan sudah menyiapkan lahan uji coba seluas 1.000 hingga 2.000 hektare di Jawa Tengah.
Bagi Amran, sinergi antara pemerintah dan universitas adalah kunci agar hasil riset tidak hanya berakhir di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani.
Langkah kolaborasi ini sejalan dengan tren positif sektor pertanian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo-Gibran.
Dalam setahun terakhir, nilai ekspor pertanian melonjak hingga total mencapai Rp 760 triliun, sementara nilai impor berhasil ditekan turun sebesar Rp 41 triliun.
Pihak UGM menyambut antusias kerja sama ini. Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyebut, dukungan pemerintah sangat penting bagi ekosistem riset di Indonesia.
Danang menambahkan, salah satu fokus utama mereka adalah mencapai “kedaulatan benih”, seperti suksesnya varietas padi Gamagora yang kini sudah siap diproduksi massal.
“Ini adalah hal yang kami tunggu-tunggu. Bagaimana pemerintah hadir untuk memastikan hasil riset kampus terserap langsung untuk menjawab tantangan pembangunan nasional,” tutup Danang. ***

