Koperasi Ngardi Rahayu Siapkan UMKM Bali Masuki Industri Hotel

Ketua Koperasi Ngardi Rahayu, I Made Suana, yang hadir mengungkapkan posisi koperasi saat ini sangat strategis untuk mendorong para anggotanya naik kelas.

18 Juli 2026, 18:25 WIB

Badung -– Sektor pariwisata Bali yang terus berkembang menawarkan peluang ekonomi yang sangat besar bagi pelaku usaha lokal. Menangkap potensi tersebut, Jejaring Entrepreneur Ngardi Rahayu (JENAR) menggelar acara gathering dan sarasehan di Lerina Hotel, Nusa Dua, Badung, Sabtu (18/7/2026).

Melalui momentum ini, pihak koperasi berkomitmen penuh untuk menjembatani pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar industri pariwisata modern.

Ketua Koperasi Ngardi Rahayu, I Made Suana, yang hadir mengungkapkan  posisi koperasi saat ini sangat strategis untuk mendorong para anggotanya naik kelas.

Menurutnya, bergerak di bawah payung koperasi justru membuka jalan lebar untuk masuk dan bersaing di sektor pariwisata formal yang berskala besar.

Pihaknya melihat potensi di kawasan Selatan ini sangat besar. Di Nusa Dua saja, infrastruktur pariwisatanya luar biasa dengan ribuan kamar hotel yang tersedia dalam satu kawasan.

Belum lagi peluang di Benoa, Sawangan, dan sekitarnya. Ini adalah pasar nyata yang harus bisa kita masuki,” ujar I Made Suana.

Meski demikian, I Made Suana tidak memungkiri adanya sejumlah tantangan klasik yang kerap dihadapi oleh pelaku UMKM di lapangan.

Berdasarkan pemetaan, tantangan utama yang sering muncul meliputi masalah kesiapan mental, keterbatasan permodalan awal, serta konsistensi kualitas produk. Banyak pelaku usaha mikro yang merasa minder atau tidak mampu bersaing karena memulai usaha dengan skala modal yang kecil.

Menjawab persoalan tersebut, ia menegaskan bahwa modal finansial sebenarnya bukan lagi hambatan utama pada saat ini.

Pihak perbankan dan lembaga keuangan sudah sangat terbuka dalam menawarkan berbagai program permodalan bagi UMKM. Namun, ia mengingatkan bahwa ketersediaan modal saja tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan pemenuhan standar kualitas dan kontinuitas pasokan.

Tantangan terbesar kita sebenarnya ada pada kualitas dan kontinuitas. Ketika industri pariwisata, seperti hotel atau restoran, meminta pasokan kebutuhan seperti sayur, telur, hingga jasa cleaning service atau security, mereka membutuhkan kepastian pasokan secara rutin dan standar mutu yang terjaga.

“Di sinilah peran koperasi hadir, yaitu membantu mendiskusikan, mengedukasi, dan menyiapkan teman-teman UMKM agar produk mereka memenuhi ekspektasi industri pariwisata,” jelasnya.

Melalui sarasehan yang diinisiasi oleh JENAR ini, Koperasi Ngardi Rahayu berharap dapat menyusun strategi konkret. Koperasi akan difungsikan sebagai wadah konsolidasi produk UMKM, sehingga keterbatasan skala usaha perorangan dapat diatasi melalui pemenuhan kuota kolektif yang lebih profesional dan stabil untuk memenuhi kebutuhan pasar pariwisata di Bali. ***

Berita Lainnya

Terkini